Akhirnya, Ketua DPRD Lombok Timur Izinkan para Demonstran Masuk Gedung

Murnan saat terima massa
Ketua DPRD Lombok Timur (lotim), Murnan, S.Pd (baju batik) bersama Kapolres Lotim, AKBP Herry Indra Cahyono saat dialog dengan perwakilan mahasiswa.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah mendapat desakan dari para demonstran, akhirnya Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim), Murnan, S.Pd bersama Kapolres Lombok Timur, AKBP Herry Indra Cahyono, S.IK., MH., mengizinkan seluruh pendemo untuk menyampaikan aspirasi di dalam ruang rapat komisi di lantai III gedung parlemen Kebun Raja itu.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah mendapat desakan dari para demonstran, akhirnya Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan SPd bersama Kapolres Lombok Timur AKBP Herry Indra Cahyono SIK, MH mengizinkan seluruh pendemo untuk menyampaikan aspirasi di dalam ruang rapat komisi di lantai III gedung parlemen Kebun Raja itu.

Sebelumnya, masa yang terdiri dari beberapa gabungan elemen mahasiswa dari HMI, HIMMAH NWDI, dan KAMMI saat berunjuk rasa di Kantor DPRD Lombok Timur, pada Selasa (6/9/2022) menolak berdialog dengan pimpinan DPRD Lombok Timur di serambi depan, meskipun telah banyak berorasi mengeluarkan tuntutan menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak).

Seluruh mahasiswa yang ikut aksi merasa tak puas hanya berorasi teriak-teriak di atas mimbar aksinya, namun mereka mendesak Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan, agar bersedia membukakan jalan bisa berdialog di dalam gedung. Setelah melalui negosiasi alot antara mahasiswa dengan Ketua DPRD bersama Kapolres, akhirnya puluhan massa diperkenankan menuju lantai III gedung DPRD Lotim.

Ketua DPRD Lotim, Murnan bersama salah seorang Wakil Ketua DPRD Lotim, HD Paelori didampingi Kapolres Lotim, AKBP Herry Indra Cahyono menerima massa di ruang rapat komisi. Ternyata, seluruh massa masih terkesan menolak dialog di ruang rapat komisi, masa ingin menggiring pimpinan DPRD dialog di ruang rapat utama (Rupatama) DPRD Lotim.

Pimpinan DPRD menolak mengizinkan massa menuju Rupatama, sementara mahasiswa tetap mendesak agar dialog digelar di ruang rapat paripurna dewan. “Apa bedanya dialog di sini dengan di ruang rapat paripurna, toh hanya untuk menyampaikan aspirasi,” tegas Murnan.

Dari pantauan Lomboktoday.co.id, perdebatan panjang terjadi antara mahasiswa dengan pimpinan dewan hanya soal ruangan hingga hampir mengaburkan tuntutan atas aspirasi yang ingin disampaikan tanpa ada yang tahu apa motif demonstran menginginkan dialog di ruang sidang utama.

Suasana yang cukup melelahkan, akhirnya perdebatan soal ruangan dapat diakhiri. Dengan disaksikan Kapolres Lotim, perwakilan mahasiswa bersama pimpinan DPRD Lotim menanda-tangani dokumen aspirasi mahasiswa untuk diteruskan oleh DPRD Lombok Timur kepada pemerintah pusat.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *