Akhirnya, Kejari Lombok Timur Resmi Kerangkeng Dua Tersangka Kasus Alsintan

Tim Penyidik Kejari Lotim
Tim Penyidik Kejari Lotim saat menahan dua orang tersangka kasus Alsintan pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur tahun 2018 lalu.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pihak Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Kejari Lotim) resmi melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka kasus Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur tahun 2018 lalu. Sedangkan satu tersangka lainnya mangkir dari panggilan Jaksa Kejari Lotim.

Pihak Kejari Lotim menahan para tersangka setelah dilakukan pemeriksaan intensif pada Kamis (8/12/2022) sekitar pukul 10.00 Wita, di ruang Pemeriksaan Kejari Lotim.

Melalui siaran Pers Nomor: PR–20/N.2.12.2/Ds.1/12/2022 yang disampaikan Kasi Intelijen Kejari Lotim, Lalu Muh Rosyidi, SH menerangkan, tim Penyidik Kejaksaan Negeri Lombok Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang tersangka dengan didampingi oleh Penasehat Hukum (PH)-nya.

Menurut Rosyidi, para tersangka yang ditahan yakni inisial S, mantan Anggota DPRD Lombok Timur, dan inisial Z, mantan Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur tahun 2018 lalu.

Sedangkan inisial AM saat ini tidak bisa dilakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan mangkir dari pemanggilan Kejaksaan Kejari Lotim, dan Tim Penyidik Kejari Lotim akan melayangkan pemanggilan yang kedua terhadap tersangka inisial AM.

Para tersangka ditahan terkait penyalahgunaan bantuan Alsintan yang telah menimbulkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp3.817.404.290,- (Tiga Miliar Delapan Ratus Tujuh Belas Juta Empat Ratus Empat Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh Rupiah) sebagaimana Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Perwakiilan Provinsi NTB Nomor: PE.03/SR/LHP-290/PW23/5/2022, tanggal 19 Juli 2022.

Dijelaskan pula peran masing-masing tersangka, inisial S, mantan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur yang berperan menyuruh sdr inisial AM untuk membentuk UPJA yang akan diajukan ke Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, di mana UPJA tersebut akan diusulkan untuk diterbitkan SK CPCL oleh Kadis Pertanian sebagai syarat untuk bisa menerima bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Saudara inisial Z, selaku mantan Kepala Dinas Pertanian Tahun 2018 yang telah menerbitkan SK CPCL atas usulan sdr inisial S, di mana SK CPCL tersebut tidak melalui mekanisme verifikasi kebenaran dan keabsahan CPCL yang diusulkan.

Usai pemeriksaan para tersangka, kemudian dilakukan Rapid Antigen terhadap tersangka oleh tim dari medis RSUD dr R Soedjono Selong dan hasilnya dinyatakan negatif Covid-19. Setelah itu barulah tersangka dibawa ke Rutan Selong untuk menjalani penahanan selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 8 sampai 27 Desember 2022 mendatang.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *