Agar Pj Bupati Tidak Ngambang, Lombok Timur Mulai Susun RPD 2024-2026

HM Juaini Taofik
Sekda Lotim, HM Juaini Taofik.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Periode pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lombok Timur 2018-2023 segera akan berakhir, sementara pemilihan Kepala Daerah dijadwalkan pada November 2024.

Mengingat hal itu, dibutuhkan dokumen perencanaan jangka menengah sebagai pedoman Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur (Lotim).

Terkait dengan hal itu harus disiapkan acuan pembangunan selama jangka waktu 2024-2026 atau sampai ditetapkannya Perda tentang RPJMD yang memuat penjabaran Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati hasil Pilkada serentak.

Demikian pengantar disampaikan Sekda Lombok Timur (Lotim), HM Juaini Taopik, di hadapan peserta forum konsultasi publik penyusunan RPD Lombok Timur, pada Kamis (2/3/2023).

Sekda Juaini berharap kepada peserta forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Lombok Timur tahun 2024-2026 untuk memberikan masukan dan saran yang akan memperkaya draf atau rancangan dokumen tersebut.

Forum yang dihadiri seluruh pimpinan OPD, Asisten, staf ahli, Camat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, lembaga non pemerintahan, dan tokoh masyarakat tersebut diharapkan dapat merumuskan isu-isu strategis, sasaran, fokus, dan arah kebijakan, serta prioritas pembangunan tahun 2024-2026.

Salah satu poin Sekda Juaini adalah pentingnya pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang hingga saat ini masih belum dapat diadopsi Pemda Lombok Timur. Ia menyebut SPBE tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga memudahkan Pemerintah dalam upaya pelayanan kepada masyarakat.

Karenanya ia berharap ini menjadi perhatian untuk dimuat dalam RPD tersebut, ”pada masa transisi bisa menyiapkan SPBE yang matang. Harus dimulai dari yang kecil,” ungkapnya.

Diharapkannya pula agar ke depan seluruh OPD memiliki aplikasi yang dapat mendorong kinerja pemerintahan, memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga diingatkan Sekda. Kendati pencapaian Lombok Timur pada 5 tahun terakhir terus membaik, terutama terkait indeks pembangunan manusia (IPM), akan tetapi beberapa aspek masih harus diperhatikan.

Angka gagal tumbuh (stunting) yang percepatan penurunannya baik, masih harus mengejar target 14% standar nasional. Demikian pula dengan pendapatan per kapita. Sekda meminta agar dilakukan intervensi ke akar masalah. Ia menilai pertanian sebagai salah satu sektor penopang perekonomian masyarakat tidak ditinggalkan.(Kml)

Response (1)

  1. Selain PAD terbesar pertania, adalah sampah faktor lain yu Parkir
    , Dlam hal ini OPD mangkrak tdk ada koordinasi karena tdk menjalankan Rentra Daerah, Dinas, Badan dan Struktur lainnya. Apalagi desa jauh dari sentuhan harapan Pempus. Badan Pendapatan Daerah tidur. Lombok Tody, harap digali, jangan merekom orang ngomong saja, lebih korektif , inisiatip dan inspritatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *