Meskipun Buka Payung Setelah Hujan, Kemenag Lotim Akan Bentuk Pokja Pengawasan Pesantren

Kemenag Lotim
Kepala Kemenag Lotim, H Sirojuddin (kanan) didampingi Kasi Pontren H Hasanuddin (kiri).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menyikapi kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri oleh oknum pimpinan beberapa pondok pesantren di Lombok Timur (Lotim), pihak Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur (Kemenag Lotim) akan membentuk Satgas Pengawasan dan Pembinaan Pondok Pesantren. Meskipun terkesan setelah diguyur hujan baru membuka payung, setidaknya ada upaya meminimalisir dari pada terus diguyur hujan.

Guna mempersiapkan instrumen pembentukan Pokja Pengawasan itu, Jumat (26/5/2023), Kemenag Lotim menggelar pertemuan lengkap untuk menyepakati draft Pokja.

Sebagaimana disampaikan Kasi Pontren Kemenag Lotim, H Hasanuddin, S.Ag, melalui WhatsApp (WA) menyebutkan, dari pertemuan yang dipimpin langsung Kepala Kemenag Lotim, Drs H Sirojuddin, MM., itu telah menghasilkan beberapa kesepakatan.

Beberapa butir kesepatan tersebut menurut Hasanuddin, di antaranya; (1) Dibentuk Pokja Pembinaan dan Pengawasan Pondok Pesantren Kabipaten Lotim; (2) Personalia Pokja berasal dari internal Kemenag dan Forum Kerjasama Pondok Pesantren (FKSPP) Lombok Timur.

Selanjutnya (3) Struktur Pokja yang ramping dan sederhana, dan diterbitkan SK oleh Kemenag; (4) Segera menyusun intrument Pembinaan dan Pengawasan bersama; (5) Melibatkan instansi luar/APH saat kegiatan sosialisasi dan pembinaan; (6) Tiap Kecamatan ada Penjab Pokja.

Rapat itu sebagai tindaklanjut kesepakatan setelah sehari sebelumnya di tempat yang sama, pihak Kemenag Lotim telah mengadakan pertemuan dengan pihak Forum Kerjasama Pondok Pesantren (FKSPP) Lombok Timur guna mencari kesepahaman antara Kemenag dengan FKSPP terkait rencana pembentukan Pokja tersebut. Pertemuan yang dimpimpin oleh Kasi Pontren dan dihadiri sejumlah pengurus inti FKSPP.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *