Alhamdulillah, Bupati Sukiman Selamat dari Ancaman Maut Covid-19

Sekda Lotim, HM Juaini Taufik (tengah); Kadis Kesehatan Kabupaten Lotim, dr H Hasbi Santoso (kanan); Direktur RSUD dr R Soedjono Selong, dr Tantowi Jauhary (kiri).
Sekda Lotim, HM Juaini Taufik (tengah); Kadis Kesehatan Kabupaten Lotim, dr H Hasbi Santoso (kanan); Direktur RSUD dr R Soedjono Selong, dr Tantowi Jauhary (kiri).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah menjalani isolasi dan perawatan intensif sejak dinyatakan poditif covid 19 beberapa pekan lalu, Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy dinyatakan sembuh total.

Kabar gembira terkait kesembuhan orang nomor satu di Lotim itu, terkonfirmasi melalui Sekda Lotim, HM Juaini Taufik sekaligus selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lotim saat menggelar konpferensi pers didampingi Kepala Dinas Kesehatan Lotim, dr H Hasbi Santoso dan Direktur RSUD dr R Soedjono Selong, dr Tantowi Jauhray, di Pendopo Bupati Lotim, Rabu (7/10).

“Alhamdulillah Bapak Bupati dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi dan perawatan intensif. Beliau (Bupati Sukiman, Red) sedang menjalani pemulihan kondisi selama tiga hari ke depan,” kata Sekda.

Lebih jauh Juaini Taufik memaparkan gambaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Lotim hingga hari ini. Menurutnya, data hingga 5 Oktober (2 hari lalu), tercatat 19 kasus kematian atau 4,17%. Angka kematian ini jauh di bawah angka kematian provinsi dan nasional. Sedangkan angka kesembuhan sebanyak 377 per 1 juta penduduk atau 87,9%.

Sebaran wilayah serangan Covid-19 di Kabupaten Lotim menurut Taufik, menyebar ke 135 desa dari 254 desa/lurah. Menurut peta kecamatan, dari 21 kecamatan di Lotim tidak ada satupun kecamatan yang tak disusupi serangan virus yang ekspansi dari negeri tarai bambu itu. Alhasil disebutkan semua kecamatan terdapat penduduk yang pernah kena serangan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lotim, dr H Hasbi Santoso menguraikan beberapa faktor yang mendukung keberhasilan menciptakan pergeseran kondisi Lotim dari zona orange ke zona kuning.

Menurut Hasbi, penanganan medis pasien positif lebih baik karena RSUD Selong dan RS Labuhan haji sudah dilengkapi dengan peralatan yang memadai. Selain itu penanganannya mengacu pada pola penanganan secara nasional menyangkut beberapa prosedur.

Di antara beberapa prosedur itu lanjut Kadis Kesehatan, screening suhu dan penyelidikan epidemiologi. Rapid test, PCR atau Swab test dan Tracing yaitu menemukan kontak kasus positif. (Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here