Komite I Akan Bentuk Kaukus DPD RI Untuk Kemerdekaan Palestina

Komite I DPD RI Fose Bersama Usai Rapat
Komite I DPD RI saat fose bersama Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu serta Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kemenlu usai rapat, di Gedung DPD RI, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/11/2023).

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Komite I DPD RI mengecam keras terjadinya genosida dan tragedi kemanusiaan di Palestina dan akan membentuk kaukus DPD RI untuk kemerdekaan Palestina.

Hal tersebut diungkapkan sebagai pernyataan sikap Komite I DPD RI pada rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), terkait isu Palestina dan pengawasan atas pelaksanaan UU Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional, di Gedung DPD RI, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Pada rapat kerja tersebut, Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi bersama Wakil Ketua Komite I DPD RI, Sylviana Murni mendukung upaya-upaya pemerintah melalui Kemlu dalam upaya diplomasi agar Palestina diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

‘’Komite I mendukung penuh upaya konsisten pemerintah dalam mencari solusi penyelesaian konflik di Palestina, juga dalam mengirimkan bantuan kemanusiaannya,’’ ucap Senator asal Aceh tersebut.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komite I DPD RI, Sylviana Murni mengungkapkan bahwa DPD RI serius memberikan dukungan kepada Pemerintah Indonesia dalam mengoptimalkan fungsi diplomasi kepada masyarakat internasional agar Palestina dapat diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

‘’Melalui kekuatan diplomasi, saya kira Indonesia mampu mendesak negara-negara di berbagai belahan dunia untuk ikut memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina,’’ kata Sylviana.

Sepakat dengan itu, Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kemenlu, Laurentius Amrih Jinangkung menegaskan, sesuai amanat konstitusi yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 jelas menyatakan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dan amanat ini konsisten dijalankan oleh Indonesia terkait isu Palestina.

‘’Indonesia selain mengakui kemerdekaan serta eksistensi Palestina, juga terus melakukan upaya damai serta terus memberikan bantuan kemanusiaan,’’ tegas Laurentius.

Di saat yang sama, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu, Abdul Kadir Jailani mengungkapkan, bahwa saat ini fokus pemerintah dalam jangka pendek adalah bagaimana menghentikan kekerasan dan meningkatkan bantuan masuk ke Palesatina.

‘’Kami mengapresiasi dukungan DPD RI dalam mendukung pemerintah melalui kinerja Kementerian Luar Negeri dalam upaya menghentikan konflik di Palestina,’’ ungkap Abdul Kadir.

Pernyataan Sikap Politik Komite I DPD RI Terkait Konflik Palestina—Israel

Mencermati terjadinya konflik dan tragedi kemanusiaan di Palestina, Komite I DPD RI menyatakan bahwa:

  1. Komite I DPD RI mengecam keras terjadinya genosida dan tragedi kemanusiaan di Palestina.
  2. Komite I DPD RI berkomitmen mendukung kemerdekaan penuh Palestina sebagai negara yang berdaulat dan sebagai satu-satunya negara di wilayah Gaza.
  3. Komite I DPD RI mendorong Pemerintah Indonesia mengoptimalkan fungsi diplomasi kepada masyarakat internasional agar Palestina dapat diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
  4. Komite I DPD RI mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran dalam penyelesaian konflik di Palestina.
  5. Komite I DPD RI mendorong Pemerintah Indonesia untuk mendesak negara-negara di berbagai belahan dunia ikut memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
  6. Komite I DPD RI mendesak Pemerintah Indonesia untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.
  7. Komite I DPD RI membentuk Kaukus DPD RI untuk kemerdekaan Palestina sebagai wujud dukungan bagi eksistensi Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

Pada rapat yang dipimpin Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi bersama Wakil Ketua Komite I DPD RI, Sylviana Murni tersebut, dihadiri pula oleh sejumlah anggota Komita I DPD RI, di antaranya; Senator M Nuh (Sumut), Evi Apita Maya (NTB), Misharti (Riau), Darmansyah Husein (Babel), Asep Hidayat (Jabar), Husain Alting Sjah (Malut), dan Jialyka (Sumsel).(Sid)