Populasi Sapi dan Kerbau di NTB Menurun di Penghujung Program BSS

2 minutes reading
Monday, 2 Sep 2013 14:04 0 1902 Editor

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Jumlah populasi ternak Sapi dan Kerbau di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berdasarkan sensus pertanian tahun 2013 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), menurun jika dibandingkan populasi tahun 2011 lalu.

KANDANG KUMPUL. Sebuah kandang kumpul Sapi di Narmada, Lombok Barat. [Lomboktoday/P Nugraha]

KANDANG KUMPUL. Sebuah kandang kumpul Sapi di Narmada, Lombok Barat. [Lomboktoday/P Nugraha]

Angka sementara sensus pertanian 2013 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB pada kondisi 1 Mei 2013 tercatat populasi ternak Sapi dan Kerbau di Provinsi NTB sebanyak 726.914 ekor.

“Kalau dibandingkan hasil pendataan sapi potong, sapi perah, dan kerbau tahun 2011 yang sebanyak 791.219 ekor, maka jumlah itu menurun sebanyak 64.305 ekor, atau 8,13 persen,” kata Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, MM, Senin (2/9), dalam keterangan pers.

Menurut Wahyudin, banyak faktor yang menyebabkan penurunan populasi Sapi dan Kerbau di NTB, diantaranya yaitu saat ini banyak peternak yang lebih memilih menjual Sapi betina untuk dipotong, dibandingkan Sapi jantan, dengan alasan harganya lebih murah.

“Selain itu, penurunan ternak Sapi dan kerbau juga disebabkan oleh pola konsumsi daging sapi di NTB yang masih menggunakan ternak lokal, kebutuhan untuk pesta-pesta, hari raya korban, serta adanya permintaan sapi pembibitan dari daerah lain seperti
Provinsi Sulawesi Tengah,” jelas Wahyudin.

Dari jumlah tersebut, kalau diperinci menurut daerah penyebarannya, maka ada tiga kabupaten di NTB yang memiliki populasi sapi dan kerbau terbanyak, yaitu Kabupaten Sumbawa sebanyak 187.359 ekor, Kabupaten Bima sebanyak 115.101 ekor, dan Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 104.299 ekor.

Sedangkan daerah lainnya, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 54.244 ekor, Kabupaten Lombok Timur 82.041 ekor, Kabupaten Dompu 83.564 ekor, Kabupaten Sumbawa Barat 34.929 ekor, Kabupaten Lombok Utara 53.718 ekor, Kota Bima 9.742 ekor, dan paling sedikit adalah Kota Mataram 1.817 ekor.

Penurunan jumlah populasi Sapi dan Kerbau dalam data BPS bisa menjadi kritik introspektif untuk program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang dicanangkan Gubernur NTB KH M Zainul Majdi sejak 2009 lalu.

Pasalnya, di penghujung program BSS tahun 2013 ini, populasi Sapi justru menjauh dari angka Satu Juta.

Sebelumnya awal 2013 lalu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB melansir peningkatan populasi Sapi di NTB yang terdiri dari pulau Lombok dan Sumbawa setiap tahun melebihi target.

Di tahun 2011 misalnya, dari target 780.724 ekor Sapi realisasinya mencapai 784.019 ekor, sementara tahun 2012 dari target 874 ribu ekor sudah terealisasi 897 ribu ekor lebih.

Masyarakat awam menjadi bertanya-tanya, benarkah Bumi Sejuta Sapi akan terealisasi nyata, atau hanya di atas kertas sebagai laporan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB kepada Gubernur semata?. GT

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA