Petani Tembakau Virginia Lombok Terancam Merugi

Daun tembakau virginia lombok tinggal 2-5 lembar saja.(foto:Bul/Lomboktoday.co.id)

Daun tembakau virginia lombok tinggal 2-5 lembar saja.(foto:Bul/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Petani tembakau virginia lombok pada musim tanam 2016 ini terancam akan mengalami kerugian karena kualitas dan rendemen tembakau yang anjlok bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Amaq Zainuddin yang dijumpai Lomboktoday.co.id di salah satu gudang penjualan tembakau di Kecamatan Sikur, pada saat itu hasil penjualannya mencapai Rp35.000 per kilogramnya, tetapi rendemennya yang kecil.

”Rata-rata penjualan saya pada hari ini cukup lumayan, tetapi yang menjadi kendala kami saat ini rendemen kering yang sangat kecil. Pada saat ini saya baru mencapai 12 persen kering. Artinya, dalam satu ton tembakau basah saya hanya dapat 120 kg tembakau kering, sementara daun tembakau kami di kebun tinggal 2-5 lembar per batang,” ungkapnya kepada Lomboktoday.co.id, Rabu (21/9) yang diamini oleh petani yang lain.

Sementara itu, H Sukri yang mengaku sudah puluhan tahun mengerjakan usaha budi daya tanaman tembakau virginia melihat bahwa penurunan kualitas dan rendemen kering tembakau disebabkan unsur hara tanah yang sudah sangat kurang akibat terlalu banyak zat-zat kimia yang ditabur pada saat tanam tembakau.

”Bayangkan saja berapa ton pupuk kimia yang digunakan per hektare dalam usaha tembakau ini, sementara pemerintah tidak pernah berupaya untuk mengajak petani bagaimana caranya kita kembalikan kesuburan atau unsur hara tanah itu. Artinya tanah ini sudah jenuh,” jelasnya.

Untuk itu sangat kecil kemungkinan petani akan bisa memanen tembakau kering 2 ton per hektare sesuai dengan harapan pemerintah maupun perusahaan. Padahal, jika petani bisa capai 2 ton per hektarenya ada kemungkinan mendapat untung. Tetapi kalau sudah pada posisi daun atas baru mencapai 12 persen rendemen kering maka posisi ini akan membawa petani pada hasil 1,2 ton per hektarenya. Artinya akan banyak petani tembakau virginia yang akan merugi karena biaya produksi tanaman tembakau virginia pada tahun ini mencapai Rp50 juta per hektarenya.(bul)

Kirim Komentar

Leave a Reply