BEM Universitas 45 Mataram Gelar Seminar Pemuda

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 45 Mataram menggelar seminar pemuda, Sabtu (22/10). Seminar pemuda bertemakan ‘’Pemuda sebagai Tonggak Pembangunan dan Penerus Generasi Kepemimpinan Bangsa’’ tersebut digelar untuk menyonsong peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-88 pada 28 Oktober 2016 mendatang.

NARA SUMBER: Para nara sumber saat memberikan materi pada acara seminar pemuda yang diselenggarakan oleh BEM Universitas 45 Mataram, Sabtu (22/10). (Foto: Iswadi Athar/Lomboktoday.co.id)

NARA SUMBER: Para nara sumber saat memberikan materi pada acara seminar pemuda yang diselenggarakan oleh BEM Universitas 45 Mataram, Sabtu (22/10). (Foto: Iswadi Athar/Lomboktoday.co.id)

Rektor Universitas 45 Mataram, Made Sunantra menyampaikan, pemuda mahasiswa harus membekali diri dengan skill yang mumpuni, agar mampu bersaing pada bidang yang ditekuni, dan tidak mudah terpengaruh oleh propaganda asing, terorisme, radikalisme, dan faham-faham yang memecah belah bangsa. Disamping itu, pemuda mahasiswa juga harus mampu membentngi diri dari bahaya Narkoba.

‘’Dalam mengisi kemerdekaan yang telah diusahakan oleh pemuda pada 1928 silam, pemuda harus kreatif dan memanfaatkan masa muda dengan baik,’’ kata Rektor Universitas 45 Mataram, Made Sunantra.

Acara seminar yang berlangsung dari pukul 09.00 Wita—13.00 Wita itu, dihadiri oleh 82 orang peserta, terdiri dari organ BEM DPM dan mahasiswa Universitas 45 Mataram, IKIP Mataram, IAIN Mataram, STMIK Lombok, STMIK Bumi Gora, Universitas Mataram (Unram), Universitas Al-Azhar (Unizar), STAHN Gede Puja, Universitas Muhammadiah Mataram, AMIKOM ASM Mataram, dan organisasi mahasiswa lainnya seperti BEM PTS Nusra, FMN, dan PMKRI.

Hadir sebagai nara sumber adalah, Anggraeni Ninik Murnihati, Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan tentang bahaya nakoba di kalangan pemuda dan bagaimana menghindari bahaya tersebut.

Kemudian hadir pula, HL Normal Suzana dari Bakesbangpoldagri Provinsi NTB. Mantan Wakil Bupati Loteng ini menyampaikan materi tentang potensi konflik yang tinggi di kalangan pemuda dan pencegahan terhadap faham radikalisme dan terorisme di kalangan pemuda.

POSE: BEM Universitas 45 Mataram pose bersama dengan Rektor Universitas 45 Mataram dan para nara sumber semintar pemuda. (Foto: Iswadi Athar/Lomboktoday.co.id)

POSE: Ketua BEM Universitas 45 Mataram pose bersama dengan Rektor Universitas 45 Mataram dan para nara sumber semintar pemuda. (Foto: Iswadi Athar/Lomboktoday.co.id)

Sedangkan pengusaha muda, Sultan Kertapati selaku Ketua BPD HIPMI NTB menyampaikan dalam paparannya, sesungguhnya pemuda memiiki peluang yang sangat besar untuk dapat meraih kesuksesan dan menjadi seorang entrepreneurship yang handal.

Seminar pemuda tersebut dibuka dengan keynote speaker oleh Dr Evron Asrila, M.Si., yang juga merupakan dosen di Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram, dengan tema ‘’Pemuda Antara Jargon dan Phenomena’’, serta memaparkan perjalanan dan kondisi pemuda pada masa sebelum orde baru (Orba) sampai saat ini. Ia juga menjadi seorang aktifis yang sangat aktif pada masa kuliah S1 di Universitas Brawijaya Malang dan merupakan aktifis tahun 1998.

Seminar ini dimoderatori oleh mahasiswa Universitas 45 Mataram dan merupakan juara lomba debat hukum tahun 2016 antar perguruan tinggi se-Pulau Bali, NTB, dan NTT.

Sementara itu, Ketua BEM Universitas 45 Mataram, Weny Winarti menjelaskan terkait seminar pemuda ini. Ia mengatakan, pemuda daerah memiliki peluang yang besar untuk melakukan pembangunan dan pengabdian masyarakat sebagai wujud nasionalisme dan cinta tanah air, melalui program-program pengabdian masyarakat yang disediakan oleh Kementerian Ristek Dikti, dan tentunya dengan bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak.

Pemuda pada masa 1928 lalu, menyatukan pandangan dan suara untuk cita-cita meraih kemerdekaan. Dan pemuda saat ini pun harus melakukan hal yang sama, yaitu menyatukan suara dan pandangan mereka, untuk membangun tata sosial masyarakat melalui pendidikan kepada masyarakat desa di daerah.(is/ar/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply