Ini Pengakuan 3 UKM Setelah Menggunakan Google Bisnisku

Owner Lombok Orchid, Indah Trisnawati.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Manfaat salah satu layanan Google yaitu Google Bisnisku sangat dirasakan langsung oleh sedikitnya 3 (tiga) pelaku UKM yang ada di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Di mana, setelah menggunakan Google Bisnisku, mereka mengaku mampu meningkatkan omzetnya.

‘’Peningkatan omzet saya mencapai 40% sejak mengikuti pelatihan WomenWill dan menggunakan Google Bisnisku,’’ kata Owner Lombok Orchid, Indah Trisnawati saat presentasi di Hotel Aston Inn Mataram, Jumat (27/9).

Indah menceritakan, Sembilan tahun lalu, di Lombok belum banyak orang yang menjalankan bisnis tanaman anggrek. Melihat peluang itu, ia akhirnya memberanikan diri untuk memulai usaha yang diberi nama Lombok Orchid.

Awalnya, ia menjual anggrek di pinggir jalan dengan mendirikan greenhouse di atas trotoar. Respon pembeli saat itu cukup baik, hingga di tahun 2015 usaha yang dijalankannya itu perlahan mulai mengalami penurunan. Namun, Indah tak pantang menyerah. Perempuan kelahiran Sragen 37 tahun lalu itu mencoba berbagai macam cara agar Lombok Orchid tetap bertahan. Indah memutuskan untuk berpindah lokasi ke Jalan Dakota Rembiga, Mataram, dan mulai aktif mengikuti beragam pelatihan bagi pelaku UKM.

Setelah berpindah lokasi, banyak dari pelanggan setia Lombok Orchid yang kehilangan jejak. Dari sana Indah penasaran bagaimana agar lokasi baru Lombok Orchid dapat diketahui pelanggan yang mencari lokasi Lombok Orchid di pencarian Google. ‘’Berkat bantuan seorang teman, saya akhirnya mengetahui jawaban dari pertanyaannya selama ini. Saya mencoba menggunakan fitur maps dari Google Bisnisku,’’ ujarnya.

Di tengah perjalanannya mempelajari penggunaan Google Bisnisku, adanya kelas Gapura Digital dan WomenWill yang diselenggarakan di Lombok, sampai juga ke telinga Indah. Ia pun memutuskan untuk turut berpartisipasi dalam kelas yang diinisiasi oleh Google ini agar pengetahuannya untuk memanfaatkan teknologi semakin meningkat dan usahanya semakin berkembang.

‘’Melalui kelas Gapura Digital dan WomenWill, saya terus belajar mengoptimalkan GMB, dan saa semakin rajin mengelola situs Lombok Orchid. Fitur maps dari Google Bisnisku saya rasakan sangat membantu untuk menghubungkan kembali dengan beberapa pelanggan dan calon pelanggan yang hilang. Dan Alhamdulillah banyak pelanggan baru yang datang ke Lombok Orchid berkat melihat review dari pelanggan yang sudah merasa puas dengan anggrek-anggrek yang saya jual di Lombok Orchid ini,’’ kata Indah.

Owner Maza Handcrafted Pearl & Jewelry, Luberty Budi Utana.

Hal senada juga diakui Owner Maza Handcrafted Pearl & Jewelry, Luberty Budi Utana. Ia mengatakan, dalam menjalankan usaha itu adalah bagaimana membuat inovasi dan kreatifitas sehingga asesoris dan perhiasan mutiara yang dipasarkan itu lebih unik, lebih awet, indah, elegan, menarik dan digemari kalangan wanita bahkan aka menjadi trendcenter di Indonesia dan berharap bisa dikenal pasar internasional.

‘’Sebelumnya saya menjalankan usaha mutiara ini hanya sematas di rumah saja. Strategi pemasaran pun hanya dilakukan melalui teman dari mulut ke mulut dan medsos selama kurang lebih 5 tahun,’’ kata Luberty.

Lambat laun, ia menyadari pentingnya membuka tempat untuk memamerkan hasil buatan tangannya. Sehingga pada awal 2019 ia memutuskan utuk membuka gallery pertamanya di Jalan Gajah Mada Jempong Baru, Kota Mataram.

Agar usahanya banyak dikenal orang dan hasil usahanya meningkat, Luberty mengikuti pelatihan Gapura Digital dan WomenWill mengenai Google Bisnisku pada April 2019 lalu. Sejak mengikuti pelatihan itu, ia merasakan perubahan yang cukup signifikan. Ia semakin memahami penggunaan Google Bisnisku serta mendapatkan pengetahuan baru dan softskill yang dapat diterapkan dalam bisnisnnya ini.

‘’Banyak orang yang bisa mendapatkan informasi tentang produk-produk Maza Handcrafted Pearl & Jewelry secara online dan semakin banyak calon pelanggan mengetahui lokasi toko dari Google juga. Dan saya merasakan ada peningkatan omzet sebesar 50% sejak mengikuti pelatihan Gapura Digital dan WomenWill ini. Namun, saya masih terus belajar untuk mengoptimalisasi Google Bisnisku agar bisa merasakan hasil yang lebih signifikan lagi,’’ ujarnya.

Owner Rumah Durian Lombok, Sherly Santy.

Begitu pula halnya dengan Owner Rumah Durian Lombok, Sherly Santy. Ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen kebidanan di salah satu Akbid swasta di Kota Mataram untuk mengembangkan bisnis durian di Lombok.

Di mana, pada Maret 2017 lalu, Sherly memutuskan untuk membuka usaha menjual durian sebagai reseller karena memang masih jarang penjual durian di Lombok. Produk utama yang dijual adalah pancake durian yang sedang banyak diminati masyarakat Indonesia. Peminat pancake durian di Lombok ternyata cukup tinggi. Terbukti jumlah permintaan pancake durian setiap hari cukup banyak.

Kemudian Sherly berpikir untuk produksi sendiri mengingat jumlah durian di Lombok sangat banyak ketika musim durian tiba. ‘’Tinggal kita kupas durian, kemudian dikemas dan dibekukan bisa bertahan sampai 3 bulan. Tapi, saya mendapatkan pertimbangan dari keluarga, sudah enak berjualan pancake durian sebagai reseller, kenapa harus repot untuk produksi sendiri,’’ kata Sherly.

Namun pada akhirnya, Sherly memutuskan untuk memproduksi pancake durian sendiri. Artinya, ia memiliki ide produksi bisnisnya, tinggal mencari cara untuk membuat strategi pemasarannya. Sehingga pada Maret 2019 lalu, ia memutuskan untuk mengikuti kelas WomenWill dan Gapura Digital. Hasilnya, bisnis Sherly sekarang sudah meningkat lebih dari 50 persen.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply