RSUD NTB Optimis Bisa Menuju Akreditasi Internasional

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Manajemen RSUD Provinsi NTB optimis bisa menuju akreditasi internasional. Sebab, sebagai sebuah institusi perawatan kesehatan profesional, rumah sakit perlu membuktikan diri mampu memberikan standar pelayanan yang baik dan berkualitas. Demikian pula dengan RSUD Provinsi NTB sebagai badan publik yang menangani pelayanan perawatan kesehatan masyarakat, harus bisa secara konsisten menjaga dan meningkatkan standar kualitas pelayanannya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat menyambut kedatangan Tim Survei Akreditasi RSUD Provinsi NTB, di Aula Rinjani RSUD Provinsi NTB, Selasa (18/2). ‘’Saya minta, peningkatan standar kualitas pelayanan menjadi keharusan. Jangan pernah puas. Karena apa yang kita capai saat ini masih banyak yang jauh lebih baik. Itu harus tetap menjadi acuan kita,’’ kata Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Wagub perempuan pertama di NTB ini menjelaskan, pelayanan itu harus mulai dari tingkat bawah, mulai dari CS, perawat, dokter dan manajemen rumah sakit. ‘’Bagaimana kita bisa menghadirkan rasa aman dan nyaman dengan senyuman ceria kepada pasien hingga pengunjung rumah sakit. Apalagi daerah kita merupakan daerah pariwisata, maka banyak orang yang akan berkunjung ke RSUD NTB. Termasuk para wisatawan mancanegara. Terutama jelang perhelatan event internasional MotoGP 2021 dan kita ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia,’’ ujarnya.

Belum lagi dengan wacana NTB sebagai pusat layanan medical tourism, maka kualitas pelayanan rumah sakit harus memenuhi standar mutu terbaik. Untuk itu, Wagub Rohmi menegaskan Pemprov NTB harus terus melakukan pembenahan dan peningkatan pelayananan kesehatan masyarakat dengan mutu yang terbaik sebagai prioritas utamanya. ‘’Karena sesuai dengan misi menjadikan NTB yang Sehat dan Cerdas,’’ ucapnya.

Untuk mencapai target tersebut, RSUD harus membuktikan diri dalam penilaian menuju akreditasi level nasional tahun 2020 ini. Bila target ini tercapai, maka dapat naik status ke level Internasional dengan standar nilai 90 paripurna level 6. Sehingga Wagub Rohmi mengingatkan pihak RSUD NTB agar menghadapi surveyor yang mengevaluasi ini dengan baik dan ramah. Sama dengan ketika rumah sakit melayani pasien. ‘’Jadikan proses akreditasi ini sebagai sesuatu yang wajib dilakukan sebagaimana keseharian pelayanan di rumah sakit,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Surveyor Akreditasi RSUD Provinsi NTB dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Dr Ismojo Djati mengapresiasi keinginan dan target Provinsi NTB menjadikan RSUD NTB ini berakreditasi tingkat internasional. ‘’Tentunya ini dapat memotivasi untuk terus lebih baik dalam meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan kepada masyarakat,’’ katanya didampingi oleh 5 anggota tim lainnya.

Ia berharap, kehadirannya bersama tim ini dihadapi dengan santai. Jadikan kegiatan ini menjadi media dalam evaluasi menuju tahap pelayanan yang lebih baik lagi.

Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri menjelaskan, proses akreditasi ini adalah sebuah kebutuhan bagi rumah sakit. Ia berharap RSUD Provinsi NTB bisa mempertahankan akreditasi tingkat nasional yang pernah diraih pada tahun 2017 lalu. ‘’Harapannya bisa mempertahankan bintang lima atau akreditasi paripurna, kemudian membawa RSUD Provinsi NTB menuju akreditasi berlevel internasional,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply