Ini Strategi Tangkal Penyebaran Virus Ala Satgas Pandemi Covid-19 Unram

Ketua Satgas Pandemi Covid-19 Unram, dr E Hagni Wardoyo dan WR II Unram, Prof Kurniawan.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Satuan Tugas (Satgas) Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Universitas Mataram (Unram) yang dibentuk sebagai salah satu strategi kesiapan Unram dalam menghadapi wabah Covid-19, menegaskan bahwa penyebaran virus dapat diantisipasi melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), yang salah satunya adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan teknik yang benar.

Ketua Satgas Pandemi Covid-19 Unram, dr E Hagni Wardoyo, Sp.MK., mengungkapkan bahwa pada dasarnya mencuci tangan pakai sabun (CTPS) lebih diutamakan dari pada menggunakan hand sanitizer. ‘’Sebenarnya mencuci tangan di air mengalir dengan sabun itu masih lebih baik dibandingkan menggunakan hand sanitizer,’’ katanya kepada wartawan di Rektorat Unram, Jumat (27/3).

Dikatakan, efektivitas mencuci tangan pada air yang mengalir memiliki dua mekanisme. Pertama, berhubungan dengan membasahi seluruh permukaan tangan dengan air sabun. Kedua, mekanisme menggosok seluruh permukaan tangan dengan air sabun. ‘’Jadi, itu harus sinkron. Sehingga kalau kita pakai hand sanitizer kecenderungannya volumenya sedikit, dan kemampuan membasahi seluruh tangan tidak ada, lagian kalau dibanyakin malah iritasi tangan kita,’’ ujarnya.

Karena itu, ia berharap agar enam langkah CTPS yang baik dan benar seperti yang pernah dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram pada 2015 lalu, yang mendapat penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dapat digerakkan atau dibudayakan di tengah-tengah masyarakat, terlebih dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. ‘’Jadi, cuci tangan pakai air dan sabun tolong digiatkan ke masyarakat. Bahwa itu (CTPS, Red) masih lebih efektif dibandingkan hand sanitizer,’’ ucapnya.

Sementara menurut dr Hagni, penggunaan hand sanitizer lebih kepada pekerja yang kontak dengan permukaan infeksius, berganti-gantian dengan jeda waktu yang sangat singkat, seperti dokter dan petugas cleaning service. ‘’Jadi, kalau kita selama melakukan social distancing (pembatasan sosial/menjaga jarak, Red) di rumah, cuci tangan dengan air dan sabun itu sudah sangat-sangat bagus, tanpa harus perlu mengada-adakan hand sanitizer,’’ katanya.

Untuk diketahui, meskipun mudah namun masih banyak orang yang tidak melakukan cuci tangan dengan benar. Ada yang cuci tangan asal basah tanpa sabun, cuma cuci tangan lima detik, dan lain-lain. Padahal, tangan adalah sarang kuman yang jika masuk ke tubuh dapat menyebabkan penyakit.

Berikut enam langkah CTPS sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang diungkapkan Humas Satgas Pandemi Covid-19 Unram, dr Wahyu Sulistya Affarah, MPH. Pertama, basahi kedua tangan dengan air yang mengalir, kemudian ambil sabun secukupnya. Gosokkan kedua telapak tangan bersama-sama. Kedua, gosok punggung tangan menggunakan telapak tangan sebelahnya. ‘’Jangan lupa gosok juga bagian sela jari, tangkupkan kembali kedua tangan dan gosok pinggiran jari-jari,’’ ujarnya.

Ketiga, bersihkan jari dan buku-buku jari dengan menyatukan kedua tangan. Keempat, bersihkan ujung-ujung jari dengan menggosokkannya ke telapak tangan sebelahnya. Kelima, bersihkan sela jempol dan telunjuk dengan cara menggenggam jempol menggunakan tangan sebelahnya. Kemudian lakukan gerakan memutar bolak-balik. Keenam, bersihkan sabun di tangan dengan air mengalir, lalu keringkan dengan sempurna. ‘’Bila perlu, matikan keran dengan menggunakan tisu sekali pakai agar tangan tidak perlu langsung menyentuhnya, sehingga tangan pun bisa bersih sempurna,’’ katanya.

Intinya, tambah dr Farah, cucilah tangan secara menyeluruh. Tidak hanya bagian telapak, tapi juga perlu mencuci punggung tangan dan sela-sela jari. Jangan terburu-buru saat cuci tangan, pastikan semua bagian tangan terkena sabun dan air yang mengalir.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply