Melalui Pidato Idul Adha, Bupati Sukiman Sebut Akan Berlakukan Denda Tak Bermasker

Suasa salat Idul Adha 1441 Hijriyah di Masjid Agung Selong, Jumat pagi (31/7).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Idul Adha 1441 Hijriyah yang dilaksanakan masih dalam suasana Pandemi Covid-19, membuat Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran penyakit yang masih terjadi hingga saat ini.

Hal tersebut juga dimaksudkan agar anak-anak, siswa sekolah dapat secepatnya mengikuti proses kegiatan pendidikan melalui tatap muka. Sebab, Bupati Sukiman menilai proses pembelajaran jarak jauh, dari rumah yang diterapkan saat ini, belum terlaksana secara optimal.

Sebelum pelaksanaan salat Idul Adha yang berlangsung di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong itu, Bupati Sukiman mengingatkan pula kepada jamaah terhitung 1 Agustus mendatang sesuai Perda Provinsi NTB di mana salah satu poinnya adalah  mengenakan denda kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker pada saat keluar rumah/melakukan aktivitas.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lotim, H Azharuddin dalam khutbahnya menyampaikan tiga peristiwa penting yang tidak bisa lepas dari prosesi pelaksanaan  Hari Raya Idul Adha. Ketiga peristiwa tersebut adalah ibadah haji, salat Ied dan penyembelihan hewan qurban, yang menjadi sejarah Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Qurban) itu sendiri.

Diuraikannya, kondisi wabah Covid-19 yang sampai hari ini belum juga mereda, jangan sampai membuat umat Islam kehilangan kendali akal sehatnya. Kondisi saat ini tidak boleh serta merta menurunkan semangat spiritual umat Islam. ‘’Kita harus meyakini bahwa selalu ada hikmah besar yang terkandung dari setiap ketetapan yang diberikan oleh-Nya,’’ katanya.

Ditambahkannya, ummat Islam juga harus bisa mengambil hikmah seperti sabar dan tawakkal, utamanya bagi jamaah yang tertunda melaksanakan ibadah haji akibat Pandemi Covid-19 ini. Lebih jauh diungkapkan, ibadah qurban sebagai salah satu ibadah yang dilakukan pada masa pandemi ini akan lebih bermakna dan terasa bagi masyarakat ekonomi lemah. Sebab, pandemi ini memukul semua sektor, sehingga banyak yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya karena kehilangan mata pencarian.

Ibadah qurban justru menjadi bukti kepekaan sosial masyarakat yang mampu secara ekonomi terhadap yang miskin. Qurban  menyadarkan bahwa harta dan materi di dunia hanya titipan dari Allah SWT, yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Harta tersebut tidak berkurang ketika harus berbagi dengan orang lain melalui pembelian hewan qurban. Harus disadari sesungguhnya hakikat memberi adalah menerima. Pengorbanan harta melalui hewan qurban niscaya semakin mendekatkan   dengan Allah SWT. Adapun yang bertindak sebagai imam pada pelaksanaan salat Idul Adha tersebut adalah Ustadz HL Muhibban Al Hafiz.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply