Dugem Gunung Propok, Putri Keberatan Karena Fotonya Ikut Diunggah

Putri fose bersama sejumlah aktivis.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Beredarnya video yang diduga dugem di area wisata bukit Savana Propok, yang dikutip dari akun FB Inside Lotim dan @savana_propok, masih menyita perhatian publik. Pasalnya, kasus ini semakin viral dan mengundang ribuan komentar dari para netizen. Kasus inipun ditayangkan di berbagai media-media nasional. Postingan yang dimuat pada tanggal 3 Agustus 2020, sontak menjadi perhatian publik.

Kasus ini kian memanas setelah video yang diduga dugem di bukit Savana Propok tersebut, ditambah unggahan foto salah satu akun Facebook yang bernama Chandra Susanto Bebidas. Foto tersebut adalah salah satu pengunjung pada saat kejadian itu. Pengunjung ini bernama lengkap Ira Putri Juliana.

Ira Putri Juliana dan keluarga merasa keberatan terkait postingan akun Facebook Chandra Susanto Bebidas. Sehingga putri melakukan klarifikasi di beberapa media, seperti dilansir dari video yang di-upload di akun FB Lombok News bahwa dirinya beserta keluarga keberatan terkait dimunculkannya identitas dirinya dari sekian banyak pengunjung pada suasana waktu itu. Putri juga tidak terima dengan tulisan yang ada di foto dan caption pada postingan tersebut membuat Putri meradang.

Putri dan keluarga mendesak agar pemilik akun Chandra Susanto Bebidas untuk melakukan permintaan maaf secara langsung dan dipublish ke media. Dengan harapan nama baik Putri dan keluarga bisa segera dipulihkan seperti sedia kala. ‘’Kami sekeluarga akan bawa ke jalur hukum, bila hal itu tidak terlaksanakan,’’ katanya sembari menjelaskan, semenjak postingan tersebut viral, pihak keluarga Putri merasa jadi korban dan malu yang berdampak kepada kehidupan sosialnya.

Menyikapi masalah ini, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengkonfirmasi Putri via WhatsApp untuk diminta ke kantor guna memberikan klarifikasi kejadian yang sebenarnya. Lalu Santawana, SH mewakili pihak BTNGR yang meminta klarifikasi dari Putri di kantor BTNGR, Senin (10/8) menyampaikan bahwa ini adalah proses klarifikasi dan keterangan akan diminta dari dua belah pihak. ‘’Ini sebagai bahan evaluasi dan kajian kita terhadap pelayanan dan pengelolaan di wilayah TNGR,’’ katanya.

Pihak TNGR kata Santawana, kejadian ini akan ditindaklanjuti dan akan mengambil sikap setelah keterangan kedua belah pihak didapatkan. ‘’Pasti kami tindaklanjuti setelah keterangan lengkap dari kedua belah pihak,’’ ujarnya.

Selaku pihak yang merasa didugikan, Putri tidak bergerak sendiri. Melainkan upaya perlawanannya di-back-up oleh sejumlah aktivis berbagai organisasi pergerakan seperti; BEM UGR, LMND Lotim dan LARD NTB. Hal ini dilakukan karena merasa perihatin terhadap psykis Putri dan keluarga. Di samping itu, sejumlah aktivis pergerakan merasakan ada kejanggalan terhadap postingan yang tersebar luas itu.

Menurut salah satu perwakilan dari Lembaga Advokasi Rakyat Demokrasi Nusa Tenggara Barat (LARD NTB), Mahmuda Kalla, bahwa ada kejanggalan dari postingan yang beredar. Karena dari sekian banyak pelaku yang joget di atas, kenapa opini yang terbangun di publik hanya Putri dan satu temannya yang disorot. Untuk itu, Mahmuda Kalla berjanji akan tetap mendampingi Putri sampai ke meja hijau.

Pihak BEM UGR yang diwakili Rohman Rofiki sangat mengecam pelaku yang mengunggah video dan foto itu. Menurut Rofiki, itu adalah tindakan yang kurang bijak bahkan fakir pertimbangan, terlebih yang menggunggah video dan foto itu adalah oknum pengelola wisata Savana Propok. ‘’Akan sia-sia Lombok Timur gencar mempromosikan pariwisata, sementara harus tercoreng dengan ulah oknum yang notebene bagian dari pengelola destinasi Savana Propok di tengah gaung wisata halal semenjak postingan konyol tersebut diupload,’’ katanya.

Sikap yang sama dengan LARD NTB, pihak BEM UGR juga berjanji akan terus mendampingi Putri yang disebutnya sebagai korban. ‘’Kami dari gerakan pemuda dan mahasiswa akan ikut mendampingi Putri sampai kasus ini selesai. Dan kami sarankan kepada pemilik akun Chandra Susanto Bebidas meminta maaf sesuai permintaan keluarga sebelum dibawa ke jalur hokum,’’ ujarna.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply