Di Tengah Pandemi Covid-19, Realisasi Investasi di NTB Lampaui Target

98
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H Mohamad Rum.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H Mohamad Rum.

Oleh: Abdul Rasyid Zaenal |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Meskipun dunia sedang dilanda Pandemi Covid-19, namun aktivitas investasi tidak serta merta akan terhenti. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), realiasi investasi dalam negeri maupun investasi asing pada triwulan III yakni Januari hingga September 2020 menunjukan angka positif. Bahkan target pencapaiannya melampaui target investasi Nasional yang ditetapkan oleh BKPM RI sebesar Rp6,5 triliun.

‘’Realisasi investasi di Provinsi NTB sampai dengan triwulan III mencapai angka sebesar Rp9,2 triliun lebih. Realiasi investasi ini bahkan sudah melampaui target investasi yang ditetapkan oleh BKPM RI yakni sebesar Rp6,5 triliun,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H Mohamad Rum, kepada wartawan, di Mataram, Rabu (4/11/2020).

Berdasarkan data dari DPMPTSP Provinsi NTB, realisasi investasi di NTB sebarannya yakni di Kota Mataram untuk investasi dalam negeri dan investasi asing totalnya mencapai angka sebesar Rp417 miliar lebih, Kabupaten Lombok Utara (KLU) Rp205 miliar lebih, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mencapai total sebesar Rp1,5 trilun lebih, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sebesar Rp365 miliar lebih, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sebesar Rp2,5 triliun, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebesar Rp2 triliun lebih, Kabupaten Sumbawa sebesar Rp289 miliar, Kabupaten Dompu mencapai total sebesar Rp1,7 triliun lebih, Kabupaten Bima sebesar Rp105 miliar, dan Kota Bima tidak terdapat investasi dalam negeri, hanya investasi asing sebesar Rp195 miliar.

Realisasi investasi sebesar Rp9,2 triliun ini, kata Mohamad Rum, akan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun nanti. Apalagi menurutnya, nilai investasi yang masuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melalui ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan dari PT Angkasa Pura belum masuk dan terhitung dalam data perhitungan investasi untuk tahun ini. ‘’Sehingga saya optimis, target investasi yang ditetapkan dalam RPJMD yakni sebesar Rp11,3 triliun akan bisa terpenuhi,’’ ujarnya.

Keterlambatan masuknya laporan investasi dari ITDC dan PT Angkasa Pura ini, dikatakannya disebabkan oleh belum diresponnya permintaan DPMPTSP kepada kedua institusi ini untuk menyampaikan laporan investasinya kepada DPMPTSP. ‘’Harapan kami, laporan realisasi investasi dari kedua institusi ini bisa masuk pada triwulan IV, sehingga target investasi yang ditetapkan dalam RPJMD itu akan bisa terlampaui,’’ harapnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here