Menteri Rismaharini Diseruduk Sejumlah Aktivis Lombok Timur

Tri Rismaharini
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini (kiri) longdres batik saat baru tiba di Desa Tetebatu.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bukan Menteri Tri Rismaharini namanya jika tidak diwarnai aksi-aksi yang beraroma dramatisasi setiap melakukan kunjungan, bahkan berbagai kalangan banyak menyebut sebagai drama pencitraan. Jika tidak dia marah-marah di lapangan, kadang sebaliknya, aksi protes dari bawah pun acap mewarnai kunjungannya.

Sebagaimana insiden yang terjadi dalam kunjungannya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Rabu (13/10/2021), tepatnya di Desa Tetebatu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mantan Wali Kota Surabaya itu langsung disambut dengan aksi demonstrasi sejumlah aktivis LSM dan mahasiswa yang dipimpin Eko Rahady dan Rohman Rofiki.

Menteri yang terkenal garang itu tiba di Desa Tetebatu sekitar pukul 15.00 Wita, mobil dengan Nopol RI 25 yang membawa Menteri Sosial RI itu saat akan belok masuk areal Hotel Grend Ory sebagai tempat acara akan digelar, tiba-tiba sejumlah demonstran menyeruduk masuk ingin menyambut ibu Risma yang hendak turun mobil dengan menyampaikan sejumlah tuntutan.

Meskipun puluhan personel kepolisian dan Satpol PP menghadang aksi mereka, namun para demonstran memaksa merangsek menemui ibu Menteri, tapi Eko Rahadi dan Rohman Rofiki serta rekannya tetap didorong oleh aparat. Sementara Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy yang ingin menyambut ibu Risma hanya bisa terdiam.

Meskipun demonstran didorong oleh aparat, namun dengan tanpa ragu malah menteri yang diketahui Kader PDIP itu mengejar ke arah demonstran yang didesak mundur oleh petugas keamanan. Di hadapan pendemo, Tri Rismaharini langsung merespon tuntutan pendemo. Di antaranya mengenai data penerima manfaat PKH dan BPNT. Pendemo juga menyebut, kunjungan menteri salah alamat yakni ke rumah supplier BPNT.

‘’Kalau nggak niat baik, saya nggak datang ke sini, itu yang pertama. Yang kedua, saya tidak tahu ini supplier atau tidak. Saya Menteri tidak ngurus ini (supplier, Red). Yang ketiga, jika anda mau perjuangkan silakan tunjukkan datanya saya terima. Sekarang saya tunggu,’’ kata Risma dengan tegas di hadapan para demonstran.

Beberapa sumber di TKP menyebutkan, penyebab utama aksi demonstrasi adalah akumulasi dari skenario protokoler kunjungan yang semula direncanakan di kantor Bupati Lotim. Akan tetapi dituding Pemkab Lotim memindahkan ke hotel Green Ory yang pemiliknya disebut-sebut sebagai salah satu supplier BPNT oleh demonstran. Ibu Menteri mengaku tidak mengerti dan tidak tahu tentang hal itu.

Sementara itu, salah seorang pejabat Dinas Sosial Kabupaten Lotim balik menuding bahwa pengalihan lokasi kunjungan Menteri Sosial itu justru oleh pihak Provinsi NTB. Sebelumnya, pihak Pemkab Lotim telah menyiapkan di ruang Rupatama Kantor Bupati Lotim, namun mendadak dipindah ke Tetebatu.(Kml)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here