Sosok Mayat Ditemukan di Perbatasan Desa Pematung dan Mendana Raya

Muhammad Zainudin
Inilah sosok mayat yang ditemukan warga, yang diketahui ternyata bernama Muhammad Zainudin (29 tahun).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Warga dari dua desa antara Desa Pematung, Kecamatan Sakra Barat dan Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, dikejutkan dengan penemuan sosok mayat pria muda di pekarangan milik Syamsul Hadi, salah seorang warga Desa Pematung yang letak rumahnya berbatasan dengan Desa Mendana Raya.

Mayat pria tersebut dikenali warga di sekitar TKP (tempat kejadian perkara) bernama Muhammad Zainudin (29 tahun), warga Dusun Peresak, Desa Mendana Raya. Pria malang itu ditemukan sudah meninggal dunia sekitar pukul 05.00 Wita (selepas salat subuh) Ahad (17/10/2021).

Di mana, mayat pria itu pertama kali ditemukan oleh Syamsul Hadi dalam keadaan tergeletak di samping berugak depan rumahnya. Berjarak sekitar 100 meter ke arah timur dari rumah korban. Tepatnya ke arah timur di perempatan Desa Mendana Raya.

Keterangan yang dihimpun dari Syamsul Hadi, ia menemukan korban ini setelah salat subuh, saat itu dirinya hendak menyapu di halaman rumah, kemudian dirinya melihat korban dengan kondisi tergelak. Dalam pikirannya, Samsul Hadi menduga korban bukan mayat namun memperkirakan itu pria dalam keadaan mabuk berat sehingga Samsul Hadi tak terlalu menghiraukan. Dia meninggalkan sosok itu tanpa sempat mengenali wajah korban.

Kendati demikian, Syamsul Hadi yang juga pemilik counter HP depan perempatan Mendana Raya itu memanggil salah seorang warga terdekat atas nama Fatimah. Barulah Fatimah menghampiri korban dan kemudian menandai korban yang dikenalnya bernama Muhammad Zainudin. Warga dari dua desa yang saling berbatasan ini sontak beramai-ramai mendatangi TKP.

Kepala Desa Mendana Raya, Suparman yang satu kampung dengan korban menghubungi Polsek Sakra Barat melalui Polsek Keruak. Karena TKP ditemukan mayat masuk dalam garis wilayah Sakra Barat. Aparat Polsek Sakra Barat segera tiba di TKP mengamankan lokasi dengan memasang police line.

Selang beberapa menit tim Inafis dari Polres Lombok Timur tiba di lokasi kejadian untuk olah TKP. Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan beberapa benda yang diduga ada kaitannya dengan kematian korban sebagai barang bukti (BB), pihak polisi pun membawa mayat dengan menggunakan kantong jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi.

Saat Lomboktoday.co.id mendatangi rumah korban, pihak polisipun mengumpulkan keterangan dari ibu korban bernama Inaq Makbul alias Rafiah. Dengan suara terisak-isak, ibu korban menuturkan kalau putranya yang berprofesi sebagai guru honorer di Mandrasah Aliyah (MA) NW Senyiur, Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, sekitar pukul 02.00 Wita dini hari terlihat oleh ibunya keluar dari conter HP depan rumahnya tempat usaha milik korban.

Korban yang biasa tidur malam di kios conter miliknya, tak lazim keluar larut malam apalagi dini hari. Sang ibu yang masih terjaga mendengar suara rolling door dibuka kemudian bangun melihat ke arah kios. Ternyata dilihatnya putra kesayangannya itu keluar dari kios. Saat itu ibunya menanyakan mau kemana larut malam begini. Namun korban menjawab, mau keluar cari-cari angin dan berjalan ke arah selatan.

Ibu korban yang katanya langsung tidur kembali mengaku tak berpikir macam-macam terhadap putranya. Dianggapnya hal yang biasa. Dalam pikirannya suhu malam itu memang agak panas sehingga membenarkan anaknya cari penyegaran dari gerahnya suhu. Usai subuh, ibu korban keluar menuju kios mencari putranya. Namun dia tidak menemukan buah hatinya, melainkan dilihatnya rolling door terangkat setengah. Lagi-lagi dalam pikiran sang ibu bahwa putranya lagi jalan-jalan pagi setelah salat subuh.

Inaq Makbul baru mengetahui putranya sudah menjadi mayat setelah salah seorang warga bernama Sahrul yang rumahnya tepat di depan TKP. Sahrul juga sempat diminta oleh Syamsul Hadi untuk mengenali korban. Sahrul lantas mendatangi rumah korban dan berpura-pura menanyakan kepada ibu korban keberadaan Muhammad Zainudin dengan alasan mau perbaiki HP. Namun, ibu korban mengaku tidak tahu di mana Muhammad Zainudin.

Sahrul mengaku tidak mau terbuka langsung memberi tahu ibu korban jika putranya ditemukan sudah tidak bernyawa. Sahrul malah mencari Kadus Peresak untuk memberitahukan jika ada mayat warganya ditemukan. Barulah informasi itu ramai di kalangan warga Dusun Peresak hingga ibu korban dapat informasi bahwa ada penemuan mayat yang tak lain adalah putranya.

Selain itu, Sahrul yang diminta oleh Syamsul Hadi untuk mengenali korban, dia melihat wajah korban dalam kondisi membiru. Setelah itu, ia kemudian mencari orang tua korban dengan pura-pura menanyakan Muhammad Zainudin.

Warga di sekitar TKP yang notabene kerabat korban menduga sementara bahwa korban tewas karena penganiayaan. Meskipun belum diketahui pasti apakah ada bekas luka, namun ditemukan sepasang sandal jepit warna hitam diduga milik korban dan sebilah bambu berdampingan dengan sandal jepit di pinggir jalan luar tembok pekarangan Syamsul Hadi tepat di depan tempat mayat ditemukan.

Kapolsek Sakra Barat, IPDA Saiful Hadi membenarkan adanya penemuan mayat. Pihaknya telah melakukan olah TKP untuk mengungkap kasus ini. ‘’Kami bersama tim Inafis Polres Lotim telah melakukan olah TKP dan melakukan identifikasi korban. Jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Biarkan kami bekerja untuk berupaya mengungkap kasus kematian korban,’’ kata Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, pihaknya tidak bisa menyimpulkan terlalu prematur apakah kasus yang menimpa korban ini adalah akibat dari insiden pembunuhan atau penyebab lain. Yang jelas Kapolsek meminta masyarakat, khususnya keluarga korban untuk bersabar menunggu hasil pengungkapan kasus ini.(Kml)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here