Kejar Target Vaksinasi Covid-19, Bupati Lotim Kerahkan Seluruh Kekuatan

Rapat Strategi Percepatan Vaksin
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy (tengah peci hitam) didampingi Sekda Lotim, HM Juaini Taofik beserta Dandim 1615/Lotim, Letkol Inf Ahmad Said dan Kapolres Lotim, AKBP Herman Suryono pada rapat Strategi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Lotim, Senin (18/10/2021).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Untuk mengejar target hingga 17 November 2021 mendatang minimal 70% masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, maka Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy mengerahkan seluruh kekuatan dengan memerintahkan seluruh kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, hingga desa bergerak ekstratime dalam 3 hari ke depan (19-21 Oktober 2021) mengejar target tersebut.

Hal itu dilakukannya mengingat sampai saat ini posisi vaksinasi Covid-19 di Lotim, dari target 952 ribu tersebut, kini masih di angka 41% untuk dosis pertama dan 12,23% untuk dosis kedua. Dalam hal ini lanjut Bupati Sukiman, agar progressnya lebih laju harus bersinergi dengan TNI/Polri dari semua tingkatan mulai dari tingkat Kodim/Polres, Koramil/Polsek hingga Baninsa/Babinkamtibmas agar target tersebut dapat diraih. Apalagi dropping vaksin dari Pemerintah Pusat dilakukan sesuai dengan laporan capaian vaksinasi dan jumlah vaksin yang tersedia.

Perintah langsung tersebut disampaikan Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy pada saat rapat pembahasan Strategi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Lombok Timur yang berlangsung secara daring dan luring pada Senin (18/10/2021). Bupati Sukiman memberikan tanggung jawab kepada OPD untuk melakukan pendampingan dengan menempatkan personelnya di masing-masing kecamatan. Khusus untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Bupati Sukiman meminta agar menempatkan personelnya di setiap lokasi.

Lotim kata Bupati Sukiman, untuk tahap pertama akan mendapatkan kuota vaksin lebih dari 100 ribu dosis yang akan disebar secara proporsional, sesuai jumlah penduduk yang diperbolehkan untuk divaksin di masing-masing kecamatan. 100 ribu dosis ini ditarget habis paling lambat 20 Oktober 2021.

Tak hanya mengerahkan porsonel, namun diminta semua OPD mengerahkan seluruh armada kendaraan dan operasional terjun langsung mengkawal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini di semua wilayah. ‘’Saya tidak mau melihat jajaran saya dalam 3 hari ini ada yang santai-santai, tapi semua berada di lapangan memantau dan bila perlu ikut menjemput warga yang akan divaksin,’’ kata Bupati Sukiman yang juga mantan Dandim 1615/Lotim tahun 2003/2004 itu.

Selaku orang nomor satu di Bumi Patuh Karya ini, Sukiman tak hanya sekadar main perintah. Namun juga dia sangat memahami kondisi di lapangan, sehingga secara spontan menyatakan memberikan anggaran sebesar Rp25 juta per kecamatan sebagai biaya operasional yang diserahkan kepada camat masing-masing selaku koordinator di tingkat kecamatan.

Terkait sumber anggaran spontan ini, Lomboktoday.co.id menemui Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik usai rapat. Ditemui di ruang kerjanya, Sekda menyebut bahwak anggaran dadakan ini diambilkan dari cadangan dana tak terduga. ‘’Kita masih ada cadangan dana tak terduga sebesar Rp2 miliar. Kita sisihkan Rp500 juta untuk operasional vaksinasi Covid-19 ini, sisa Rp1,5 miliar sebagai cadangan dana menghadapi musim kemarau ini,’’ kata Sekda.(Sid/Kml)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here