Pj Bupati Lotim Ikuti Rakornas Harga Pangan Bersama Mendagri Secara Virtual

Rakornas
Pj Bupati Lotim, HM Juaini Taofik (dua dari kanan) bersama Forkopimda saat mengikuti Rakornas secara virtual yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pada Senin pertama di bulan Maret 2024, Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Juaini Taofik mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan secara virtual.

Rakornas yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian tersebut, merupakan salah satu upaya Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan sebagai salah satu prioritas dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Bulan Puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 Masehi.

Mendagri Tito Karnavian dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya urusan pangan ditangani secara sinergis bersama seluruh stakeholders. Dukungan Pemda, ungkapnya, merupakan faktor penting dalam menjaga inflasi nasional.

‘’Inflasi di tingkat daerah betul-betul harus dikendalikan, karena angka inflasi nasional adalah agregat, bukan hanya kerja dari pemerintah pusat, tapi juga yang utama adalah pemerintah daerah dengan adanya TPID, Tim Pengendali Inflasi Daerah yang dipimpin oleh gubernur dan bupati/walikota,’’ ungkap Mendagri Tito Karnavian.

Jenderal Polisi itu kembali mengingatkan agar kepada daerah memanfaatkan berbagai alokasi dana yang ada dalam upaya stabilisasi harga seperti melalui operasi pasar murah (OPM). Ia menyayangkan masih sedikit daerah yang melakukan hal tersebut, termasuk yang memanfaatkan belanja tidak terduga (BTT). Ia juga menyinggung dana dekonsentrasi untuk daerah yang dialokasikan oleh Badan Pangan Nasional.

Selain pemanfaatan BTT, Mendagri Tito Karnavian juga menyoroti masih terdapat daerah yang cenderung hanya mengikuti pergerakan harga pasar tanpa melakukan intervensi. Ia mencontohkan gerakan tanam yang belum dilakukan banyak daerah.

Tidak saja memastikan harga dan ketersediaan bahan pangan, Mendagri Tito Karnavian juga mengingatkan pentingnya transportasi yang kerap menyumbang inflasi tertinggi pada setiap hari besar keagamaan.

Sementara itu terkait harga beras, Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti memperkirakan adanya peningkatan produksi dalam negeri seiring tibanya panen raya pada Maret dan April mendatang, sehingga diharapkan dapat menekan laju inflasi seiring ketersediaan beras di pasaran.

Dijelaskannya pula bahwa kenaikan harga beras terjadi semata dipengaruhi ketersediaan beras di dalam negeri, tetapi juga secara internasional di negara-negara produsen.(Kml)