Kabid Cipta Karya PUPR Lotim Tak Butuh Kontraktor Modal Dengkul

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID
Traumatik yang dialami Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur (Lotim) atas seringnya pekerjaan proyek yang tersendat dan kualitas pengerjaan rendah, membuat Kepala Bidang Cipta Karya lebih selektif dalam memilih kontraktor atau rekanan dalam mengerjakan kegiatan pembangunan baik fisik maupun pengadaan barang dan jasa khususnya dalam mengeksekusi proyek pada Bidang Cipta Karya.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Ma’arif.

Hal itu ditegaskan Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Ma’arif kepada Lomboktoday.co.id, di ruang kerjanya belum lama ini.

Rekanan miskin yang dimaksud Ma’rif, adalah kontraktor atau rekanan yang menang tender atau penunjukan langsung sering kali menggadaikan dokumen proyek sebagai syarat pinjaman modal kerja di sejumlah lembaga finansial seperti di PT Selaparang Finance. Akibatnya kata Ma’rif, karena rekanan dengan modal dengkul, membuat progres pengerjaan proyek jadi tersendat dan kualitas pekerjaan tidak maksimal.

“Pengalaman selama ini banyak sekali kami temukan dokumen proyek tertumpuk di PT SF yang dijadikan agunan modal kerja oleh oknum rekanan tak bermodal,” kata Ma’rif.

Fenomena yang sering terjadi lanjut Ma’rif, oknum kontraktor setiap kali mendapat termin proyek, langsung dipakai membayar setoran pinjaman di pihak finance atau di bank yang sudah barang tentu menggunakan pola pinjaman berbunga. Sering terjadi nilai kontrak proyek habis untuk setor pinjaman bank padahal masih ada sisa pekerjaan atau pemeliharaan proyek menjadi tidak tuntas. Bahkan banyak terjadi proyek tersandra akibat rekanan dikejar lembaga finance.

Ke depan kata Ma’rif, pihaknya akan lebih selektif menunjuk rekanan yang bermodal sehingga tidak membuat dokumen proyek jadi borek pinjaman modal kerja. (Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply