Waduh, Pemerintah Perketat Mobilisasi Keluar Masuk Jakarta, Ternyata Ini Alasannya

2 minutes reading
Sunday, 16 Jan 2022 20:09 0 78 Abdul Rasyid Zaenal

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Varian Omicron Covid-19 telah menyebar di Indonesia melalui transmisi lokal, dan salah satu daerah yang didata memiliki tingkat penyebaran tinggi adalah Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya puncak penyebaran varian Omicron yang diperkirakan dapat terjadi pada akhir Februari atau awal Maret 2022 mendatang, maka pemerintah akan melakukan pengetatan dan pemantauan masyarakat keluar dan masuk DKI Jakarta.

‘’Dari hasil rapat yang dipimpin Presiden Jokowi dan juga Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin memberi arahan bagaimana agar diperketat orang keluar dan masuk Jakarta,’’ kata Juru Bicara Wakil Presiden (Jubir Wapres), Masduki Baidlowi, dalam keterangan persnya usai mendampingi Wapres Ma’ruf Amin dalam Rapat Terbatas tentang Evaluasi PPKM melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, pada Minggu (16/1/2022).

Masduki menyampaikan, selain memperketat mobilisasi, upaya lain dari sisi kesehatan pun juga akan lebih ditingkatkan. ‘’Memperketat itu dengan cara-cara vaksinasi dan harus memakai masker. Jadi, pendisiplinan ulang terhadap kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pihak luar dan jangan keluar rumah kalau tidak penting,’’ ujarnya.

Secara garis besar, lanjut Masduki, daerah aglomerasi yang harus diperketat. Dan hal itu akan dilakukan langkah-langkah vaksinasi yang makin diperbanyak, terutama di daerah-daerah Jabodetabek akan dilakukan vaksinasi yang lebih massif lagi, seperti Bogor, Bekasi, dan Banten.

Terkait karantina para pelaku perjalanan luar negeri, Masduki mengungkapkan bahwa di dalam rapat Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan agar dilakukan telaah ulang terhadap sistem dan masa karantina, sehingga rantai penyebaran dapat ditekan lajunya. ‘’Tadi Pak Wapres Ma’ruf Amin mempertanyakan untuk kejadian-kejadian tertentu, misal di Jawa Timur bahwa setelah dinyatakan negatif dengan karantina, tapi setelah pulang dia positif, ternyata Omicron. Sehingga perlu diperketat berapa hari (masa) karantina, itu yang ditelaah ulang terhadap pola karantina. Terutama dari luar negeri,’’ ungkapnya.(Sid)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA