Ditemukan Mortir Peninggalan Perang Dunia ke-II

MORTIR: Mortir yang ditemukan warga diamankan oleh anggota Brimob Mapolda NTB dengan menggunakan alat, agar tidak meledak.
MORTIR: Mortir yang ditemukan warga diamankan oleh anggota Brimob Mapolda NTB dengan menggunakan alat, agar tidak meledak.
MORTIR: Mortir yang ditemukan warga diamankan oleh anggota Brimob Mapolda NTB dengan menggunakan alat, agar tidak meledak.

LOTIM, Lomboktoday.co.id—Warga Dusun Semaya, Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, menemukan mortir yang diduga peninggalan perang dunia ke-II di Sungai Segunung-Gunung, sekitar pukul 10.00 Wita, Kamis (18/4).

Mortir ditemukan warga saat sedang melakukan normalisasi dan pengerukan sungai dengan menggunakan alat berat. Dan mortir yang ditemukan seberat diperkirakan 10-15 kilogram itu, kini sudah diamankan tim Jihandak Brimob Mapolda NTB. Itu setelah masyarakat melaporkan penemuan mortit itu guna mengetahui jenisnya. Apalagi mortir itu masih aktif dan sumbuh pemicunya masih ada.

Opik, petugas alat berat mengatakan, dirinya melakukan normalisasi dan pengerusakan sungai yang ada di Dusun Semaya sekitar pukul 08.30 Wita, dengan menggunakan alat berat, tapi di tengah-tengah melakukan pengerukan, tiba-tiba muncul besi. Kemudian ia pun melihatnya dari dekat apa yang muncul dari batuan yang dikeruk itu. Setelah dilihat, tak tahunya adalah senjata berbentuk mortir. Akhirnya ia lantas menghentikan alat berat itu, begitu mengetahui yang muncul adalah bom.

‘’Begitu yang muncul itu adalah bom, maka saya langsung menghentikan pengerjaan karena takut meledak. Dan warga yang melihat adanya bom yang ditemukan, langsung panik dan tidak berani mendekat,’’ katanya.

Opik menuturkan, kemudian ia meminta warga yang berani untuk mengamankan mortir itu dengan mengangkatnya dari tempat lokasi ditemukan pertama kali. Salah seorang warga bernama Sarimin (50 tahun), mengangkat mortir yang ditemukan ke tempat yang aman. Setelah itu, baru dilaporkan ke aparat keamanan. Tak lama kemudian, aparat dari Polsek Pringgabaya datang ke TKP untuk mengamankan mortir tersebut, dengan memasangkan police line agar masyarakat tidak mendekat, karena sangat berbahaya.

‘’Aparat kepolisian dari Polsek Pringgabaya datang untuk mengamankan senjata yang berbahaya itu di atas sungai yang jauh dari pemukiman penduduk. Setelah berapa jam, tim Brimob Mapolda NTB datang ke lokasi untuk mengamankan mortir yang ditemukan itu,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pringgabaya, Kompol Eko Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan kalau warga menemukan mortir saat melakukan pengerjaan normalisasi sungai. Sehingga pihaknya langsung melakukan pengecekan ke TKP dan mengamankan mortir dari masyarakat, karena kondisi mortir itu sangat berbahaya.

Atas penemuan itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Polres Lotim untuk mendatangkan tim Jihandak ke lokasi, guna memastikan apakah mortir itu masih aktif atau tidak. ‘’Saya tidak tahu persis jenis dari mortir yang ditemukan itu, karena ada petugas khusus dari Brimob Mapolda NTB yang akan datang untuk melakukan pemeriksaan. Kami telah memasang police line di lokasi tempat diamankan mortir tersebut,’’ kata Eko Mulyadi.

Komandan Kompi Brimob Labuhan Haji, Iptu Dhanang P mengatakan, mortir yang ditemukan itu diperkirakan peninggalan perang dunia kedua, dengan berat sekitar 10 kg yang daya ledak sangat tinggi (high explosive) dengan radius 5-10 kilometer, mengingat daya ledaknya diperkiran buatan rusia. Dan penggunaan secara statis dipantulkan dari atas, baru bisa meledek, sehingga pada saat terjatuh tidak meledak, dan kemungkian jatuhnya ke tanah. Meski begitu, pihaknya akan mengamankan ke markas terlebih dahulu untuk dilakukan penyelidikan.

‘’Mortir yang ditemukan itu masih aktif, kalau melihat sumbuhnya masih ada, namun kami belum pastikan jenisnya, sehingga harus dibawa ke Markas Brimob terlebih dahulu,’’ ungkapnya.(sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *