Pengungsi Transito Gelar Lomba Tumpeng

TUMPENG. Kaum perempuan di Wisma Transito menggelar lomba nasi tumpeng untuk memeriahkan HUT RI ke 68.[lomboktoday.co.id/GRA]

MATARAM,Lomboktoday.co.id – Pengungsi Ahmadiyah di wisma Transito Mataram, Jumat sore (16/8) menggelar bermacam lomba menyambut HUT kemerdekaan RI ke 68. Mulai dari lomba membuat tumpeng untuk kaum ibu, lomba permainan anak-anak, hingga lomba mengupas kelapa untuk kaum pria.

TUMPENG. Kaum perempuan di Wisma Transito menggelar lomba nasi tumpeng untuk memeriahkan HUT RI ke 68.[lomboktoday.co.id/GRA]
TUMPENG. Kaum perempuan di Wisma Transito menggelar lomba nasi tumpeng untuk memeriahkan HUT RI ke 68.[lomboktoday.co.id/GRA]
“Kita gelar acara-acara untuk memeriahkan peringatan HUT RI tahun ini. Momentnya masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri, jadi pesan yang ingin kami sampaikan bahwa kami pengungsi Ahmadiyah ingin hidup merdeka seperti rakyat Indonesia lainnya,” kata panitia lomba, Ustadz Udin Al Sasaki.

Dalam lomba-lomba itu, pengungsi Ahmadiyah yang sudah 7 tahun lebih berada di pengungsian itu, nampak berbaur dengan warga sekitar di lingkungan Majeluk, Kelurahan Monjok, Mataram, tempat wisma Transito berada.

Sejumlah ibu dan anak di luar pengungsi Ahmadiyah ikut meramaikan lomba. Mereka juga menyantap sajian tumpeng bersama, setelah tim juri menilai enam tumpeng yang dibuat.

Dari 30-an keluarga pengungsi Ahmadiyah yang ada di wisma Transito, sedikitnya enam tumpeng dibuat dengan swadaya. Nasi kuning dengan bentuk kerucut dan beragam lauk pauk dan sayuran dihiasi dengan miniatur bendera merah putih.

“Tiap tahun kami adakan lomba ini biar lebih meriah. Untuk membuat tumpeng kami patungan sesama ibu-ibu stu orang Rp5ribu sampai Rp10ribu. Yang terpenting kami bersyukur masih bisa bertahan dengan kondisi ini, dan kami juga bersyukur bahwa Indonesia sudah 68 tahun merdeka, meski pun saat ini kami disini seperti beum merdeka,” kata Maemunah (35), salah satu ibu rumah tangga warga pengungsi Ahmadiyah.

Tawa gembira mewarnai jalannya lomba,  mulai dari lomba balapan karung, lari kelereng untuk anak-anak, hingga lomba kupas kelapa kaum pria. Semua lomba berlangsung sejak usai Sholat  Azhar berjamaah hingga menjelang maghrib.

Penasehat Ahmadiyah NTB Nasiruddin mengatakan, selain lomba-lomba memeriahkan 17 Agustus, pengungsi Ahmadiyah juga akan melaksanakan upacara peringatan detik proklamasi di lapangan pengungsian Sabtu, 17 Agustus besok.

“Ini untuk memupuk rasa nasionalisme dan kebangsaan bagi anak-anak kami di pengungsian. Selain itu ini untuk membuktikan bahwa pengungsi Ahmadiyah ini masih ada, dan mereka juga warga negara Indonesia,” katanya. GRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *