Kemenag Lotim Ancam Tunda Realisasi Dana BOS Madrasah, Ini Alasannya!

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kemenag Lotim, H Zainul Arqam.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Nampaknya pihak Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), H Zainul Arqam tidak main-main mengeluarkan penegasan terhadap seluruh madrasah negeri dan swasta dalam menyikapi sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah Pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Lotim, H Zainul Arqam meminta semua madrasah agar mengikuti edaran Gubernur NTB, edaran Kakanwil Kemenag Provinsi NTB, dan SKB 4 Menteri sebagai pegangan dalam penyelenggaraan pendidikan di masa Pandemi Covid-19. ‘’Selama edaran belum dicabut, maka harus tetap diikuti,’’ kata Zainul Arqam kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/7).

Menurutnya, sikap ini adalah hasil keputusan rapat koordinasi dengan Pemkab Lotim di Pendopo Bupati beberapa hari lalu yang dihadiri pula Kadis Dikbud Provinsi NTB. Ditegaskan, saat ini belum boleh dilakukan kegiatan KBM melalui tatap muka dengan siswa hingga edaran berakhir pada September mendatang. ‘’Jangan coba-coba gelar KBM dengan sistem tatap muka hingga edaran dicabut. Kalau ada madrasah yang nekat, akan kami tunda realisasi dana BOS-nya,’’ ancamnya.

Zainul Arqam mengeluarkan pernyataan bernada ancaman bukan sebagai ekspresi geram, melainkan untuk menjaga jangan sampai muncul kembali klaster baru penularan Covid-19 di lembaga Pondok Pesantren atau Madrasah. Sebab, situasi Covid-19 ini masih belum surut. ‘’Cukuplah Ponpes Aik Nyambuk yang pernah masuk dalam klaster penyebaran Covid-19 ini,’’ ujarnya.

Zainul Arqam mengingatkan kembali kepada seluruh madrasah di Lotim dalam mengisi kegiatan KBM tidak dilarang penuh, namun harus mengikuti beberapa prosedur, di antaranya; pertama, mengacu pada kurikulum masa pandemi. Kedua, mengikuti protokol kesehatan termasuk mengatur jarak. Ketiga, kalaupun tatap muka, harus sistem terjadwal dengan membagi kelompok siswa secara bergiliran setiap kelompok. Keempat, bagi madrasah yang bagus IT-nya boleh daring penuh. Jika IT-nya tidak bagus, maka sistem semi daring. Kelima, mengajar dengan cara guru melakukan home visit dengan rasio 1 guru 10 siswa.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply