Potensi Desa Wisata Aik Nyet Ini Butuh Sentuhan Khusus

Objek Wisata Aik Nyet
Ini dia objek wisata di kawasan Desa Wisata Aik Nyet Buwun Sejati, Sesaot, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Mengulik potensi objek wisata di Lombok dan Sumbawa seakan tak pernah ada habisnya. Banyak potensi objek wisata yang tiba-tiba viral di berbagai media sosial (medsos) setelah dikunjungi wisatawan lokal.

Namun, tidak sedikit objek wisata yang butuh sentuhan khusus untuk menjadikannya sebagai kawasan bernilai ekonomis. Salah satunya adalah objek wisata di kawasan Desa Wisata Aik Nyet Buwun Sejati, Sesaot, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi tak henti berdecak kagum melihat potensi wisata Lombok di berbagai sudut kawasan desa wisata. ‘’Tinggal sedikit memberi sentuhan. Infrastrukturnya dibenahi, fasilitas publiknya tercukupi, maka kawasan ini bisa menjadi objek wisata yang menarik. Terlebih jika dijadikan objek wisata yang unik berkat dukungan kondisi alamnya yang masih virgin,’’ kata Kadis Pariwisata NTB, H Yusron Hadi kagum usai melihat dari dekat kecantikan kawasan ini, pada Rabu (15/9/2021).

Objek wisata ini, lanjut Yusron Hadi, mungkin tidak bisa diklaim sebagai obyek wisata baru. Potensi alam ini betada di kawasan Desa Wisata Aik Nyet Buwun Sejati, Sesaot. Sebagai objek pendukung desa wisata, potensi semacam ini butuh sentuhan khusus untuk menjadikan kawasan ini lebih bernilai ekonomis. ‘’Bisa saja, ke depan objek ini menjadi kawasan favorit wisatawan lokal atau nasional. Kondisi alamnya sangat mendukung untuk dijadikan sebuah objek wisata yang unik,’’ ujar Yusron Hadi.

Banyak objek wisata dunia atau nusantara, bisa dijadikan referensi menata kawasan ini. Jika digabungkan dengan kearifan lokal budaya setempat, maka kawasan ini bisa menjadi kawasan yang berbeda dengan objek lain di mana pun. Ini yang dimaksud Yusron Hadi sebagai sentuhan khusus itu. ‘’Bahkan jika debit airnya cukup, kawasan ini bisa menjadi objek wisata rafting. Atau kawasan yang ditata sebagai lokasi wisata kuliner yang unik,’’ ungkapnya.

Yuli, salah seorang pendamping dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sepakat dengan jalan pikiran Kadis Pariwisata NTB, H Yusron Hadi. ‘’Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif sudah memberi support dan perhatian kawasan Sesaot ini. Tapi, memang masih perlu sentuhan khusus, penataan kawasan, perbaikan akses dan fàsilitas publik pendukung kawasan. Tentu masih banyak perhatian lain untuk mendukung objek ini bisa memiliki nilai plus di mata masyarakat dan pemerintah,’’ katanya.

Akademisi yang juga motivator pariwisata NTB, Halus Mandala juga sepakat dengan pernyataan Yusron Hadi. Selain sentuhan penataan secara fisik, peningkatan kapasitas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat setempat juga menjadi bagian penting penataan kawasan ini. ‘’Jika SDM-nya bagus, saya yakin ke depan kawasan ini bisa menjadi kawasan yang lebih bagus sebagaimana yang diharapkan banyak pihak. Karena itu peningkatan kualitas SDM ini saya anggap juga cukup penting,’’ kata Halus Mandala.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here