Wow…, STP Mataram Berhasil Curi Perhatian Calon Maba dari Luar NTB

STP Mataram
Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), di kampus STP Mataram.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram berhasil mencuri perhatian calon mahasiswa baru (Maba) dari luar daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), di kampus STP Mataram, menunjukkan minat calon mahasiswa baru dari luar Lombok-Sumbawa cukup tinggi.

Sekolah tinggi yang menerapkan disiplin tinggi dan tegas ini, tak menyurutkan calon mahasiswa baru tetap antusias bisa menjadi bagian dari almamater ini. Berikut sisi unggul STP Mataram di mata peminatnya.

PKKMB (baca; Ospek), digelar di Ballroom Rinjani Agung Hotel Lombok Vaganza dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Ketua Panitia PKKMB 2021, Rizal Kurniansah mengaku sangat memperhatikan kesehatan lingkungan kampus dari ancaman virus Covid-19. ‘’Kami tidak memberi toleransi bagi yang tidak taat aturan. Jauh sebelum PKKMB digelar, mahasiswa baru sudah diimbau untuk divaksin. Selain wajib vaksin, peserta PKKMB wajib mengenakan masker ganda, menggunakan pelindung wajah (face shale), jaga jarak, cek suhu tubuh dan mencuci tangan menggunakan cairan pembersih,’’ tegas Rizal mendidik disiplin mahasiswa baru STP Mataram.

Rizal yang notabene Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Sekolah Tinggi Pariwisata ini mengaku, kegiatan PKKMB menjadi bagian penting meningkatkan kedisiplinan mahasiswa. Pondasi menetapkan disiplin dan sikap tegas mahasiwa STP Mataram ini, ada di PKKMB. Karena alasan itu, materi-materi yang disampaikan Instruktur sangat erat kaitannya dengan sikap dan visioner institusi ini, selain wawasan kebangsaan dan pariwisata. ‘’Tujuannya kami ingin menjadikan lulusan STP Mataram yang lebih unggul, kreatif, berbudaya dan memiliki visioner yang jelas ke depannya,’’ kata Rizal penuh harap.

Visi misi pendidikan STP Mataram inilah yang menjadikannya lebih unggul dari institusi pendidikan lain di tanah air, NTB khususnya. Tak heran jika minat calon mahasiswa baru untuk kuliah di kampus ini cukup signifikan. Di antaranya berasal dari Malang, Banyuwangi-Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sisi lain yang menjadi keunggulan lembaga pendidikan ini, fasilitas dan sarana pendidikan di atas rata-rata. Kelengkapan sarana dan fasilitas yang standard internasional menjadi sebuah keharusan. Pasalnya, STP Mataram juga menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan dan industri di Asia seperti Malaysia dan Jepang.

Tahun 2021, STP Mataram merekrut 239 untuk jenjang pendidikan Strata-1, Diploma-3 Perhotelan, Diploma-3 Usaha Perjalanan Wisata dan Diploma-1. PKKMB akan berakhir 1 Oktober mendatang. Mahasiswa akan digembleng agar tertanam sikap, mental dan pandangan dunia pariwisata yang mumpuni.

Ketua STP Mataram, Halus Mandala sangat peduli dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni-plus. Modal dasar meningkatkan disiplin dan sumber daya yang bersaing itu adalah disiplin tinggi. ‘’Kami humanis tapi harus tegas dan disiplin. Maka, ada aturan yang sangat kuat di lembaga kami. Siapa saja yang terlibat dalama kasus narkoba harus keluar. Hal ini kami perkuat dengan meminta mahasiswa menulis surat pernyataan diketahui orang tuanya, dan ber-materai,’’ tegas Halus Mandala.

Tidak itu saja, lanjut Halus Mandala, ada tujuh alasan mahasiswa dikeluarkan dari kampus. Selain bebas narkoba, mahasiswa dilarang melakukan pelecehan seksual, membuat onar atau keributan (perkelahian), tidak merusak fasilitas kampus dan tidak terlibat dalam perbuatan kriminal. ‘’Khusus untuk mereka yang melakukan perbuatan kriminal, setelah dinyatakan tersangka otomatis keluar,’’ katanya tanpa toleransi.

Setelah dinyatakan lulus PKKMB, mahasiswa STP Mataram dapat leluasa mengajukan beasiswa. ‘’Itu adalah reward (hadiah). Reward and punishment itu adalah motivasi. Lulus PKKMB juga menjadi syarat mengikuti job training, KKN dan Wisuda,’’ ujarnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here