LSF 2021 Bagian dari Pengembangan Ekonomi Berdimensi Syariah

Heru Saptaji
Kepala Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Heru Saptaji mengatakan, kegiatan Lombok Sharia Festival (LSF) 2021 ini merupakan bagian dari pengembangan ekonomi yang berdimensi syariah. Yang mana dalam perspektif Bank Indonesia (BI), ekonomi syariah (eksyar) akan menjadi arus baru dalam mesin pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

‘’Mengingat jumlah populasi muslim yang sedemikian besarnya, baik sebagai subjek pelaku ekonomi maupun menjadi objek pasar dari produk-produk ekonomi syariah,’’ kata Kepala Perwakilan BI NTB, Heru Saptaji saat konferensi pers terkait kegiatan Lombok Sharia Festival (LSF) 2021, di Atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM), Jumat (8/10/2021).

Di sektor riil, lanjut Heru, aplikasi ekonomi syariah tumbuh dalam bentuk industri halal yang meliputi beragam sektor seperti makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata ramah muslim dan industri halal lainnya.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report (SGIE) oleh Dinar Standard, sektor industri fesyen muslim Indonesia menempati peringkat ke-3 global player di Internasional setelah Uni Emirate Arab dan Turki. Pada tahun 2019, konsumsi busana muslim di Indonesia berada di angka USD 20 miliar dengan laju pertumbuhan 18,2 persen per tahun. Tingginya jumlah minat dan bonus demografi jumlah masyarakat muslim di Indonesia ini harus dibaca sebagai potensi besar.

Heru menjelaskan, BI sendiri dalam mengembangkan industri halal menggunakan pendekatan komprehensif yakni melalui pengembangan ekosistem Halal Value Chain (HVC). ‘’Pengembangan industri halal tidak dapat hanya bertumpu pada produk serta pelaku usaha, tapi seluruh komponen secara end-to-end mulai dari proses pengemasan, distribusi sampai dengan pemasaran,’’ ujarnya.

Untuk kawasan NTB, beber Heru, BI sangat mendukung pengembangan industri halal dan industri fesyen muslim yang sudah dicanangkan bersama dengan Pemerintah Daerah dan Dekranasda. Beberapa bentuk program yang dilakukan misalnya aktif melakukan promosi kain tenun NTB di berbagai event seperti KKI, promosi ekspor dan lainnya.

‘’Melalui Lombok Sharia Festival (LSF) ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan kami agar dapat mendorong Provinsi NTB menjadi pusat fesyen muslim serta meningkatkan daya tarik Provinsi NTB sebagai tujuan wisata ramah muslim,’’ ungkapnya. Kepala Perwakilan BI NTB memberikan dukungan terkait pelatihan yang terdiri dari modest modeling coaching dan upcycling fashion class. BI NTB juga mengikutsertakan peserta dari lima Pondok Pesantren (Ponpes) mitra BI yang memiliki usaha bidang fesyen. ‘’Sehingga diharapkan dapat mendukung pemberdayaan ekonomi umat,’’ ucapnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here