Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY Gagalkan Penyelundupan Spare Part Mobil Tua

Suku Cadang Mobil Tua
Personel Pos Motaain Kipur I saat menggagalkan aksi penyelundupan spare part (suku cadang) mobil tua di muara sungai perbatasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

BELU NTT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Untuk kesekian kalinya personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI—RDTL Sektor Timur dari Satuan Yonif 742/SWY menggagalkan aksi penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan, terutama di jalan tikus.

Personel Pos Motaain Kipur I kemarin malam kembali menggagalkan aksi penyelundupan spare part (suku cadang) mobil di muara sungai perbatasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komandan Yonif 742/SWY, Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur saat dikonfirmasi di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, pada Selasa (19/10/2021) menyampaikan bahwa penggagalan penyelundupan suku cadang mobil jenis Land Rover tersebut dilakukan pada tengah malam di sekitar muara sungai pos PLBN Motaain.

Bayu Sigit menjelaskan, penggagalan tersebut dilakukan karena menjelang magrib, ada masyarakat yang memberikan informasi sehingga Dankipur I, Lettu Inf Tofan Rizki Cahyadi memerintahkan Danpos Motaain, Serda Suwandi untuk segera bergerak melakukan patroli dan pengintaian. ‘’Alhamdulillah, mereka berhasil mengamankan beberapa bagian mobil Land Rover seperti kap kabin depan, kap kabin belakang, bak belakang, rim lampu depan, poiler ban kiri depan dan filter mesin,’’ kata Bayu Sigit.

Lebih lanjut diceritakannya, bahwa barang bukti (BB) berupa suku cadang tersebut didorong oknum pelaku menggunakan gerobak dorong dari arah Timor Leste, namun setelah diperintahkan berhenti, mereka langsung kabur ke arah laut dan meninggalkan gerobak dan barang bawaan mereka. ‘’Anggota melakukan pengejaran, namun karena arahnya ke negara tetangga, jadi anggota kembali dan mengamankan barang bukti (BB) tersebut,’’ ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencarian, barang bawaannya berserakan di sekitar sungai, namun bisa diangkat dan langsung diamankan ke Pos Motaain pada dini hari. Alumnus Akmil 2003 itu juga memberikan apresiasi langkah positif masyarakat yang sudah melaporkan rencana penyelundupan tersebut, sehingga bisa dilakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi dan menggagalkan tindakan ilegal tersebut.

Selain itu, selaku Dansatgas, Bayu Sigit juga mengingatkan seluruh personelnya untuk tetap waspada serta mengedepankan faktor keamanan dan keselamatan dalam menjalankan tugas mengingat ke depan masih banyak tugas-tugas yang lain masih menunggu untuk dikerjakan. Adapun barang bukti (BB) hasil penggagalan penyelundupan tersebut akan digabungkan dengan BB hasil penggagalan penyelundupan yang lain di Mako Satgas Pamtas RI—RDTL Sektor Timur untuk diserahkan kepada instansi terkait.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here