Rinjani Geopark Sport Tourism Festival 2021 Resmi Digelar

Pembukaan Acara
Suasana pembukaan acara Rinjani Geopark Sport Tourism Festival 2021 di Sembalun.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Salah satu event internasional yang tidak boleh terlewatkan yakni Rinjani Geopark Sport Tourism Festival 2021 resmi dibuka pada Minggu (24/10/2021). Bertempat di Pusat Informasi Geopark Rinjani Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), event ini diinisiasi oleh Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp). Dalam pembukaannya, acara ini menghadirkan perangkat Desa Sembalun, Ketua BPPD Lotim, Sekda Lotim, Danlanud, dan Kadispar NTB yang mewakili Gubernur NTB memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

Digadang-gadang sebagai sport tourism pertama di Pulau Lombok yang dikemas dalam bentuk festival. Acara ini menggelar 3 (tiga) main event dengan 6 additional event yang berlangsung dari 24 Oktober hingga 7 November 2021. Adapun rincian kegiatan di Rinjani Geopark Sport Tourism Festival 2021 berdasarkan paparan dari Mohammad Farid Zaini, GM Geopark Rinjani sekaligus event director adalah sebagai berikut:

Kegiatan utama terdiri dari tiga event yaitu Rinjani Geopark Sembalun 7 Summits (25-28 Oktober 2021), Sembalun Paragliding (30-31 Oktober 2021), dan Rinjani Geopark International Enduro (5-7 November 2021).

Untuk kegiatan tambahan terdiri dari Rinjani Art Camp (6-7 November 2021), Bazar UMKM (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021), Eksibisi Panahan (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021), Eksebisi permainan tradisional Egrang & Begasingan (24-28 Oktober dan 4-7 November 2021), dan Eksebisi Mini Catur (5-7 November 2021).

Dalam sambutannya, GM Geopark Rinjani, Mohammad Farid Zaini menerangkan bahwa jumlah peserta dibatasi maksimal 20 tim dari dalam dan luar NTB yang terdiri dari 3 (tiga) orang pendaki dan 1 (satu) orang manajer pendakian. Mereka adalah orang-orang terpilih yang telah teruji secara fisik dan mental untuk bisa menuntaskan 7 (tujuh) puncak dalam 4 (empat) hari. Dengan total peserta yang telah mendaftar adalah 300 orang untuk kelas atlet dan adventure yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Farid Zaini menyadari, terselenggaranya acara ini tidak lepas dari peran penting semua pihak. ‘’Semoga kolaborasi bisa terus kita pertahankan dan kembangkan untuk kita sama-sama berupaya mewujudkan tujuan memuliakan warisan bumi dan menyejahterakan masyarakat di daerah kita tercinta,’’ kata Farid Zaini sembari berharap agar nantinya event ini dapat terselenggara secara rutin setiap tahunnya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata NTB, H Yusron Hadi mewakili Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa event ini memberi dampak dalam sektor kepariwisataan dan juga sebagai langkah dalam mempromosikan Sembalun lebih luas lagi. Yusron Hadi menilai, gelaran Rinjani Geopark Sport Tourism Festival 2021 ini bisa menjadi sebuah upaya dalam rangka memulihkan kepariwisataan di NTB setelah pekan sebelumnya Hutama Karya Enduranve Challenge (HKEC) sukses digelar. Festival ini bisa dikategorikan sebagai side event dari WSBK karena akan berakhir pada November 2021 mendatang.

‘’Insya Allah kita bisa membuktikan bahwa NTB di dalam masa pandemi ini masih bisa melaksanakan event kepariwisataan dan sport tourism secara aman dan sehat. NTB lebih siap untuk kembali bangkit, kembali pulih wisatanya setelah melalui serangkaian gelaran event ini,’’ ujarnya.

Yusron Hadi menjelaskan, ke depannya ia berencana untuk menjadikan event ini sebagai event nasional. Namun tidak hanya acara ini, pada pengajuan kalender event nasional kepariwisataan 2022, Yusron Hadi mendorong masing-masing kabupaten untuk memiliki satu event unggulan atau event kolaborasi dengan kabupaten lainnya, tidak hanya di Lombok namun juga Sumbawa.

‘’Dengan terselenggaranya kolaborasi event HKEC, Rinjani Geopark Sport Tourism Festival, dan WSBK berhasil membuktikan dengan kolaborasi, event-event ini bisa terselenggara dengan baik dan lancar. Festival kolaboratif itu bisa pembukaan, pelaksanaan event, maupun penutup bisa dilakukan di daerah berbeda dalam satu kawasan, sehingga semua dapat merasakan manfaatnya dan dampaknya akan lebih besar, seperti misal ke depan pembukaan festival bisa diselenggarakan di Sembalun, ragam kegiatan bisa menyebar hingga semua area Geopark Rinjani baik daerah di sisi tengah, selatan maupun barat. Demikian juga festival lainnya di NTB bisa seperti itu. Bagi #SobatWisata yang ingin bertandang ke festival ini, jangan khawatir, karena gelaran ini menerapkan protokol kesehatan (prokes) lho. Yuk join!,’’ jelasnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here