Puluhan Pemuda Demo Tuntut Tambang Batu Hijau PT AMNT

Puluhan pendemo saat diberikan arahan oleh pihak kepolisian dari Polsek Sekongkang.

Oleh: Fajar Ngudi P. |

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Puluhan pemuda tiga desa di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut kebijakan perusahaan tambang batu hijau supaya memperhatikan nasib mereka. Puluhan pemuda Desa Kemuning, Sekongkang Atas dan Sekongkang Bawah, sudah dua hari ini melakukan aksi demonstrasi mendatangi gate (pintu masuk karyawan tambang) di Gate Sekongkang dan Gate Townsite.

Karena, PT AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) sebagai pengelola tambang batu hijau sekarang ini dinilai para pendemo kurang begitu memperhatikan nasib mereka. Pasalnya, mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan di daerahnya sendiri. Sementara perusahaan tambang raksasa ini berada di daerah mereka sendiri.

Adapun beberapa tuntutan yang diminta puluhan pendemo, yakni; pertama, ketidakberpihakan perusahaan terhadap masyarakat lingkar tambang saat ini, terutama kepekaan perusahaan  terhadap masalah lingkungan, seperti air bersih di musim kemarau saat ini, masyarakat membutuhkan air bersih. Sedangkan untuk mendapatkannya, ibu-ibu harus berdemo dulu ke perusahaan baru diberikan, pemberian air bersih itu pun tidak merata. Sehingga masyarakat gerah dengan hal ini.

Sedangkan akrifitas di dalam perusahaan setiap hari mobil tangki membawa air untuk menyirami sepanjang jalan tambang. Ketidakpekaan ini dinilai para pendemo sudah keterlaluan, sehingga puluhan pemuda ini terpaksa harus menyuarakan aspirasinya.

Kedua, mereka menuntut agar PT AMNT mempekerjaan para pemuda ke dalam perusahaan. Mereka meminta jangan mempersulit tenaga kerja lokal. Ketiga, perekrutan karyawan satu pintu yang diberlakukan pemerintah daerah bersama perusahaan, dinilai tidak berpihak terhadap masyarakat lingkar tambang. Selain itu, disinyalir terjadinya kebocoran kebijakan yang tidak menguntungkan masyarakat lingkar tambang, sehingga memberi peluang oknum- oknum nakal untuk melakukan penyimpangan terkait masalah perekrutan karyawan.

Keempat, menuntut perusahaan memberikan dana CSR terhadap masyarakat agar dipergunakan untuk usaha kreatif UMKM. Sebab, masyarakat yang tidak mendapatkan kesempatan kerja di dalam perusahaan, dapat menikmati juga kesejahteraan.

Koordinator Aksi, Muhamad Ikhsan mengatakan, pihaknya akan tetap menuntut kepada perusahaan agar apa yang diinginkan bisa direspon. Bahkan, pihaknya akan mengadakan aksi yang lebih besar lagi jika tuntutannya tidak dipenuhi. ‘’Kami jengkel dengan sistem perusahaan PT AMNT sekarang ini yang semuanya diubah tidak seperti zaman NNT (Nwemont Nusa Tenggara) dulu. Mereka cepat merespon jika ada permasalahan di masyarakat,’’ kata Ikhsan.

Sementara itu, Bagian Humas PT AMNT ketika dihubungi untuk mengkonfirmasi terkait masalah ini via ponsel, namun tidak direspon hingga berita ini diturunkan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply