Andy Saputra Umumkan Maju Pilkada KSB Ikuti Jejak Andy Tirta

Oleh: Abdul Rasyid Z.

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Lama tidak terdengar lagi, tokoh Pers Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang juga pencetus ide penggerak kemandirian ekonomi UMKM ini mengumumkan siap maju di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbawa Barat, 2020 mendatang.

Andy Saputra.

Andy Saputra bukan tokoh baru di KSB, selama berkarir di dunia Jurnalis kurang lebih 15 tahun, Andy juga aktif di berbagai organisasi wartawan dan deteksi stabilitas keamanan. Ia bahkan, memiliki ide besar merubah KSB menjadi pusat pergerakan ekonomi terbesar di NTB yang berbasis UMKM dan usaha rakyat.

Ia bahkan menyebut, KSB akan meniru strategi ekonomi negara petro dollar Saudi Arabia. Di mana, haluan kebijakan pembangunan ekonominya berubah total, yakni, berada di sektor Jasa dari negara yang sebelumnya eksportir utama Minyak dan Gas (Migas).

“Saya siap maju. Kita tantang petahana, siapapun dia. Ini masalah mampu mewujudkan ide dan gagasan serta reaksi yang kuat. Bukan sekadar ngecap dan pintar bicara, seperti kebanyakan politisi,” katanya.

Andy mengakui, keputusannya untuk maju di Pilkada Sumbawa Barat disampaikan jauh-jauh hari. Iapun telah melaksanakan survey internal dan survey partai politik yang kemungkinan menangkap peluang serta konsep dan ide besar yang sama dalam membangun pemerintahan di daerah.

Ia menegaskan, keyakinan dan kemantapannya maju. Sebab, sejumlah partai politik mengaku seirama dan setuju membangun ide atau poros koalisi ekonomi industri untuk kerakyatan yang digagasnya.

“Peluang hari ini di masa yang akan datang tidak membutuhkan pemikir pragmatis. Ke depan, kita butuhkan pemikir praktis, inovasi bahkan menciptakan nilai tambah. Bukan hanya menghabiskan uang APBD. Saya akan rampungkan management keuangan dan perencanaan daerah, seperti sebuah Coorporasi. Efisiensi and Value,” ujarnya.

Selain untuk koalisi ekonomi kerakyatan, Andy juga menyinggung untuk mengutamakan kekuatan ulama dan dan tokoh tua, menjadi penasehat sekaligus pengawas arah kebijakan pembangunan. Ia berharap posisi ulama masuk dalam birokrasi, selain menjadi pengawas juga menjadi stabilisasi moral penggerak organisasi pemerintahan agar efektif. Dia menyerukan ulama dan milenial bersatu.

“Penggeraknya nanti para milenial dan birokrat profesional. Bukan yang yang asal bapak suka, asal poles,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Andy telah membangun komunikasi politik dan koalisi di basis-basis utama masyarakat.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply