Bupati Sukiman ‘’Take Over’’ Komandan Perang Covid-19

Suasana rapat terbuka sambil berjemur dipimpin Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy didampingi Forkopimda Lotim, di halaman depan Kantor Bupati Lotim, Senin (30/3).

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) kini semakin memantapkan strategi perang melawan musuh bersama Covid-19. Untuk itu, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy mengambil alih (take over) panglima perang selaku Ketua Gugus Penangan melawan serdadu gaib Virus Corona yang semula diketuai Sekda Lotim, HM Juaini Taofik. ‘’Ambil alih ini bukan ada tendensi lain, tapi sesuai petunjuk pusat,’’ kata Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy.

Bupati Sukiman menyampaikan hal itu dalam kesempatan menggelar rapat terbuka sembari menjemur diri bersama semua Forkopimda, pimpinan DPRD Lotim serta seluruh pimpinan OPD, berikut semua camat, di halaman depan kantor Bupati Lotim, Senin (30/3).

Selaku Ketua Gugus, Bupati dibantu langsung oleh Dandim 1615/Lotim dan Kapolres Lotim serta sejumlah kepala OPD terkait dan semua camat sebagai pembantu di lapangan.

Untuk memperkuat strategi perlawanan, Bupati Sukiman mengeluar 10 maklumat sebagai kebijakan baru dalam upaya menghalau penyusupan musuh terselebung virus ganas yang mematikan itu.

Sepuluh maklumat itu di antaranya ; pertama, budget sebagai bekal perang yang semula Rp25,7 miliar ditingkatkan menjadi Rp55 miliar. Kedua, belum memberlakukan lockdown total kecuali lockdown lokal yang diawali dari pengurangan arus keluar masuk orang luar ke dalam Kota Selong. Ketiga, melakukan pemeriksaan setiap orang masuk Lotim minimal pada 3 pintu masuk yakni di bandara, Pelabuhan Lembar, dan Pelabuhan Kayangan dengan membuka posko pada 3 tempat tersebut. Keempat, memberikan bantuan pesangon @Rp200 ribu per orang untuk 14 hari sejak tanggal 1 April hingga 14 April 2020 bagi warga yang masuk dalam ODP. Kelima, pemberian uang tersebut disampaikan langsung kepada yang berhak melalui Camat masing-masing, dan dari Gugus ditransfer melalui rekening Camat. Keenam, semua OPD segera lelang paket bantuan sembako termasuk paket beras Pokir Dewan untuk masyarakat prasejahtera, dan Bakesbangpol segera merealisasikan dana pembinaan partai. Ketujuh, masing-masing OPD segera melakukan inventarisir zakat 2,5%. Kedelapan, mengimbau semua OPD untuk menyumbangkan TKD 1 bulan sebagai bantuan sosial. Kesembilan, per 1 April retribusi pasar ditiadakan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian. Kesepuluh, semua pihak diimbau untuk meningkatkan ibadah dan banyak berdoa.

Dari sejumlah maklumat itu, Bupati Sukiman mempertegas beberapa poin, di antaranya; terkait yang dimaksud lockdown lokal yakni meniadakan kerumunan massal seperti meniadakan sementara kegiatan yang melibatkan orang banyak termasuk penutupan sementara masjid-masjid. Dalam hal ini, Bupati Sukiman menekankan tidak ada lagi perdebatan hukum soal penutupan masjid karena sudah diputuskan oleh Pemerintah berdasarkan kajian para Ulama’ ahli kitab kelas tinggi.

Selain itu, Bupati Sukiman meminta TNI dan Polri menindak tegas jika di lapangan ada warga yang kedapatan kumpul-kumpul. ‘’Bila perlu tangkap jika ada warga yang tidak mau dilarang kumpul-kumpul selama masa tanggap darurat ini,’’ ujarnya.

Secara terpisah, Sekda Lotim, HM Juaini Taofik usai rapat terbuka kepada Lomboktoday.co.id di ruang kerjanya menegaskan, untuk dokter dan paramedis yang terlibat langsung dalam garda terdepan melawan Covid-19 ini, tidak ada alasan untuk lelet melakukan tindakan medis jika ada warga yang dalam ODP terlebih PDP. Sebab, kata Sekda, dokter dan tim medis diberikan tunjangan tambahan selama 3 bulan ke depan sejak April ini.

Besaran tunjangan itu kata Ketua Gugus dimisioner itu, untuk dokter diberikan Rp7,5 juta, untuk perawat dan bidan @Rp5 juta, perawat dan bidan non PNS sebesar Rp2,5 juta. Tunjangan tambahan tersebut masing-masing diberikan setiap bulan dalam 3 bulan ke depan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply