Terapkan Protokol Kesehatan, Destinasi Wisata 3 Gili Akan Dibuka Kembali

Suasana rapat persiapan pembahasan kegiatan Masa Poll Test Covid-19 dan Gili Gets Ready for New Normal, di Aula Bhakti Husada Kantor Dikes NTB, Kamis (11/6).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah Islamic Center, rencananya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB akan membuka destinasi wisata di tiga gili Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kawasan wisata ini akan menjadi destinasi yang dibuka pertama kali di NTB.

“Provinsi NTB akan menjadikan destinasi wisata tiga gili sebagai percontohan pembukaan pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Kadis Pariwisata NTB, HL Moh Faozal saat rapat persiapan pembahasan kegiatan Masa Poll Test Covid-19 dan Gili Gets Ready for New Normal, di Aula Bhakti Husada Dikes Provinsi NTB, Kamis (11/6).

Menurutnya, selama pandemi Covid-19, sejtor pariwisata lumpuh total. Praktis aktivitas industrinya mati suri. Banyak masyarakat yang terlibat didalamnya menjadi pengganggur dan fasilitas perhotelan tidak beroperasi. Pembukaan kembali objek wisata tiga gili, yaitu Gili Terawangan, Gili Meno dan Gili Air, dilakukan untuk memulihkan industry pariwisata dan ekonomi. “Kami akan terus memberikan edukasi dalam membangun kesadaran masyarakat di kawasan wisata untuk tetap beraktifitas, namun dengan SOP New Normal,” ujarnya.

Penerapan New Normal ini menurut Faozal, sebenarnya kehidupan yang akan dijalankan seperti biasa atau normal, namun dengan protokoler Kesehatan yang harus menjadi kebiasaan. Dinas Pariwisata NTB Bersama Dinas Kesehatan, TGP2D dan unsur lainnya sedang menyempurnakan SOP new normal berbasis cleanliness, health and safety (CHS).

Pemprov NTB berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk memastikan pergerakan wisatawan yang datang ke tiga gili. Penerapan protokol kesehatan secara ketat juga harus dilakukan semua hotel, restoran maupun tempat wisata lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan memang semua orang menginginkan Kembali hidup normal. Tapi kriteria yang harus dipenuhi untuk menerapkan kenormalan baru. Upaya membuka Kembali objek pariwisata di tiga gili juga akan merapkan konsep SOP kesehatan yang ketat. “Masyarakat harus mulai menjalankan pola hidup sehat, mengikuti protap Kesehatan mencegah covid seperti tetap menggunakan masker, jaga jarak, etika bersin dan lainnya,” kata dr Eka.

Sebagai bagian dalam mempersiapkannya rencananya tanggal 11-13 Juni 2020 akan dilaksanakan kegiatan “Gili Gets Ready For New Normal Tourism” yang merupakan kegiatan kebersihan dan penyemprotan Nyamuk di Gili Trawangan.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply