Dekranasda NTB Dukung Eksistensi dan Pengembangan Kerajinan Tenun Ikat

120
Ketua Dekranasda NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati saat mengunjungi perusahaan Tenun Ikat Slamet Riady, di Jalan Tenun No.10 Cakranegara, Kota Mataram.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dekranasda Provinsi NTB mendukung eksistensi dan pengembangan aneka industri kerajinan tangan di daerah ini. Salah satu kerajinan yang menjadi warisan budaya yakni kerajinan tenun ikat. Pada Kamis kemarin (21/1), Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati didampingi Wakil Ketua Dekranasda NTB, Hj Lale Prayatni bersama jajarannya mengunjungi Perusahaan Tenun Ikat Slamet Riady, di Jalan Tenun No.10 Cakranegara, Kota Mataram.

Perusahaan Tenun Ikat Slamet Riady ini telah berdiri sejak tahun 1967 silam. Ini merupakan industri kerajinan tenun ikat yang terkenal pada masanya dan merupakan salah satu tujuan berkunjung para wisatawan, terutama untuk pembelian souvenir. Perusahaan ini memproduksi dua jenis kain tenun yakni tenun ikat dan kain tenun songket.

Dalam kesempatan ini, Hj Niken melihat secara langsung alat dan tahapan dalam pembuatan sebuah kain tenun ikat. Tak lupa juga Hj Niken berdiskusi dengan pengelola industri tenun ikat dan songket terkait kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha tenun ini.

Hj Niken berpesan agar usaha tenun ikat ini harus tetap dilanjutkan meskipun dengan berbagai kendala dan persaingan di masa modern ini. ‘’Tenun ikat dan songket kita itu menjadi sebuah kebanggan Provinsi NTB karena berbagai motif yang cantik-cantik. Jadi, harus tetap dilanjutkan,’’ katanya.

Dalam kesempatan tersebut, generasi penerus perusahaan Tenun Ikat Slamet Riady mengutarakan harapannya terkait hak paten motif-motif tenun dan songket yang ada di Provinsi NTB agar tidak gampang dijiplak oleh pihak lain. ‘’Kalau bisa motif-motif ini dipatenkan, kalau sudah dipatenkan, kami lega untuk berkarya,’’ ujarnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here