Menteri Bappenas: Ketersediaan Energi Dukung Pengembangan Investasi di NTB

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Nasional (Bappenas) RI, Suharso Monoarfa didampingi Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, Kepala BI Perwakilan NTB, Heru Saptaji; Asisten II Setda Provinsi NTB, H Ridwan Syah saat meninjau Base Camp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol.

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.CO.ID – Setelah mengunjungi Science Technology and Industrial Park (STIPark) Banyumulek, pada Ahad pagi (2/5), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Nasional (Bappenas) RI, Suharso Monoarfa langsung meninjau Base Camp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bersama Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Heru Saptaji; Asisten II Bidang Prekonomian Setda Provinsi NTB, H Ridwan Syah.

Dalam kunjungan singkat ke salah satu PLTS di antara 4 PLTS yang dibangun di Lombok, Menteri Bappenas, Suharso Monoarfa mendapatkan penjelasan singkat dari Senior Enginer PLTS Sengkol, Wildan. Suharso mengungkapkan, dengan adanya ketersediaan energy (listrik) yang cukup, maka sudah dipastikan investasi di NTB dengan sendirinya akan berjalan dengan baik. Demikian juga program unggulan industrialisaasi yang dicetuskan Gubernur NTB, dengan sendirinya akan terbantu melalui ketersediaan energi di NTB, salah satunya yang sedang dikembangkan PLTS Sengkol ini.

Suharso mengatakan, dalam mendukung upaya transisi menuju energi bersih besarnya potensi Indonesia dalam mengoptimalkan sumber Energy Bersih Terbarukan (EBT). Dengan ini diharapkan akan memperlihatkan kelayakan komersial pembiayaan yang bersifat terbatas proyek energi terbarukan dan membantu Indonesia membuka pasar energi terbarukan bagi sektor swasta. ‘’Selain itu, juga bisa meningkatkan dukungan bagi infrastruktur energy yang berkualitas dan berkelanjutan. Perkembangan energi bersih semakin menjanjikan, terutama didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya,’’ kata Suharso.

Suharso mengakui, Indonesia memang perlu mempertimbangkan opsi-opsi pengembangan energi terbarukan yang berpotensi besar seperti PLTS, mulai dari skala besar hingga skala kecil. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan bahan bakar fosil tersebar di berbagai provinsi menjadi tantangan utama dalam mewujudkan transisi menuju energi bersih terbarukan.(Sid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *