Masyarakat Desa Gili Maringkik Merasa Tertipu

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Lagi-lagi rakyat Desa Gili Maringkik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur harus menahan haus dan dahaga. Pasalnya, dengan kedatangan Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Hj Rr Aisyah Gamawati, Rabu kemarin (27/3) untuk meresmikan bantuan sarana air bersih, ternyata hanyalah seremoni akal-akalan belaka.

Kepala Desa Gili Maringkik, Nusapati.

Wartawan Lombok Today (https://lomboktoday.co.id) yang ikut dalam rombongan Dirjen menyaksikan langsung demonstrasi membuka keran air warga di bak penampungan air bersih di desa tersebut.

Dan saat keran dibuka memang air spontan muncrat. Riuh tepuk tangan seluruh pejabat Pemkab Lotim yang mendampingi Dirjen terdengar menyeruak seiring desiran air yang muncrat dari lubang keran.

Wajah ibu Dirjen pun nampak berseri dihiasi senyuman seraya diikuti jabatan tangan dari pejabat yang mendampingi seakan menggambarkan bahwa bantuan pemerintah pusat itu telah berhasil menyejukkan tenggorokan rakyat di desa pulau yang berpenduduk kurang dari seribu jiwa itu. Namun siapa menyangka, bahwa semua itu hanyalah merupakan adegan sesaat.

Menurut Kepala Desa Gili Maringkik, Nusapati yang dikonfirmasi wartawan by phone Kamis (28/3) menyebutkan seremoni seperti ini seakan menjadi kelaziman dirasakan rakyat di desa pulau yang terletak di batas penyeberangan laut Tanjung Luar menuju pantai Pink itu. ‘’Entah sampai kapan rakyat kami harus berhenti merasakan akal-akalan seperti ini. Air di keran hanya muncrat sesaat ketika masih ditongkrongin oleh Dirjen yang diapit oleh sederetan pejabat Pemkab Lotim,’’ kata Kades Gili Maringkik, Nusapati.

Menurut Kades, hanya selang beberapa saat Dirjen beranjak dari tempat itu, air di bak penampungan sudah lenyap bagaikan kembali ke dasar bumi. Kades pun mengaku seakan bertanya pada dirinya sendiri. ‘’Ini siapa ngakalin siapa,’’ ketusnya seraya berkata dirinya selaku pemerintah desa yang menuai hujatan dari masyarakat.

Ungkapan kades Maringkik yang menyebut sebagai akal-akalan ternyata memang benar adanya. Lombok Today mencari tahu fenomena yang sebenarnya. Wartawan media ini mencoba menemui Plt Dirut PDAM Lombok Timur di kantornya Kamis (28/3).

Plt Dirut PDAM Lotim, H Mustaan.

Dengan senyum ramah Plt Dirut PDAM Lotim, H Mustaan menerima wartawan di ruang kerjanya. Ketika dikonfirmasi terkait dugaan akal-akalan aliran air bersih pada saat diresmikan Dirjen, dengan santai H Mustaan menolak jika disebut akal-akalan tapi dia menyebut hanya mensiasati. ‘’Kami tidak bermaksud mengakali rakyat Maringkik, tapi hanya menyiasati agar bak terisi air pada saat diresmikan,’’ kilahnya.

Alasannya kata Plt Dirut yang baru menjabat sekitar 2 bulan itu, aliran air bersih ke pulau Maringkik memang sudah lama tidak ada, sehingga dirinya dengan tim teknis PDAM Lotim berupaya mengatasinya sejak beberapa hari sebelum peresmian. ‘’Kami dengan kawan-kawan sejak beberapa hari sebelumnya lembur siang malam hingga malam hari H peresmian, kami bekerja hingga larut malam,’’ katanya.

Dijelaskan, air dari sumber tetap mengalir ke wilayah selatan hingga berdasarkan pengecekannya bak reservoar yang ada di pantai Telong-elong berisi full dan mengalir deras ke pipa PDAM yang ada di dasar laut. Namun lanjutnya, air tersebut hanya mengalir hingga Gili Belek. H Mustaan menduga terjadi penyumbatan pada jaringan pipa dari Gili Belek yang menuju Gili Maringkik.

Meskipun pihaknya berupaya menemukan titik penyumbatannya, namun terkendala letak pipa di dasar laut. Sehingga harus menunggu musim air surut, sedangkan saat ini bukan musim surut air atau seperti orang pesisir Lombok menyebut ’’musim madak’’.

Karena acara peresmian sudah terlanjur diagendakan, pihak PDAM mengaku memanfaatkan hujan lebat sejak sore hingga malam H peresmian dengan menampung air hujan yang dituangkan ke bak penampungan yang akan diresmikan itu. ‘’Sekali lagi kami tidak ada sedikitpun niat mengakali masyarakat, namun kami hanya menyiasati karena terlanjur ada agenda peresmian,’’ ungkapnya.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply