Ribuan RTG Ala Jepang Akan Dibangun di NTB

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (dua dari kiri) didampingi Kepala Badan Penanaman Modal dan PTSP NTB, H Lalu Gita Aryadi saat bertemu investor asal Jepang.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah bertemu investor asal negeri Sakura Jepang, yang bergerak di bidang pembangunan rumah dengan teknologi tahan gempa layaknya Jepang, pada Kamis (18/7).

Gubernur NTB bertemu Presiden Director Lida Group Holding, Mr Yoichi Nishikawa. Lida Group Holding diketahui merupakan perusahaan developer berbasis di Shinjuku Tokyo, Jepang.

Perusahaan tersebut menaungi enam perusahaan lainnya, yaitu Hajime Construction, Co.,Ltd., Lida Sangyo Co., Ltd., Touei Housing Corporation, Tact Home Co., Ltd., Arnest One Corporation, Id Home Co., Ltd.

Di Indonesia, perusahaan itu dengan bendera PT Lida Group Holding, melalui Lida Sangyo Co. Ltd., menggandeng PT Propenas Griya Utama (anak perusahaan Perum Perumnas) membentuk PT Perumnas IIDA Group, dengan target membangun 100 ribu unit rumah per tahun se-Indonesia.

Perusahaan tersebut juga telah membentuk PT Ione Home di Jl TGH Lopan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, dengan target membangun rumah tahan gempa (RTG) di tiga titik wilayah Kabupaten Lombok Barat. Target tahun ini akan dibangun 3.500 unit rumah, dan akan terus berkembang pada tahun mendatang.

Arnest One Corporation merupakan salah satu perusahaan property terbesar di Jepang yang mempunyai jaringan dan telah membangun property di seluruh wilayah Jepang. Mereka dikenal sebagai pengembang perumahan dengan teknologi tahan gempa.

Mr Yoichi Nishikawa bertemu Gubernur NTB dengan didampingi Kepala Badan Penanaman Modal dan PTSP NTB, H Lalu Gita Aryadi, President Director Ione Home Indonesia, Mr Akira Musumi dan Direktur PT Four Island Japan, Jalaludin.

Kepala Badan Penanaman Modal dan PTSP NTB, H Lalu Gita Aryadi, menjelaskan kunjungan investor asal Jepang itu selain mengucapkan empati, juga menyampaikan progres kegiatan yang akan dan sudah berjalan di NTB.

Gita Aryadi mengatakan, perusahaan tersebut juga membangun rumah tahan gempa (RTG) di Jepang yang sering mengalami bencana gempa dan tsunami.

‘’Di Jepang perusahaan ini berhasil membangun 45 ribu rumah tahan gempa (RTG) per tahun. Di Indonesia bekerja sama dengan Perumnas, targetnya membangun 40 ribu RTG setahun,’’ kata HL Gita Aryadi di Mataram, Jumat (19/7).

Selain itu, Gita Aryadi menjelaskan, perusahaan tersebut datang tidak hanya berbisnis, melainkan akan memberikan kesempatan kepada para pemuda NTB untuk belajar ke Jepang, dengan sistem magang. Bagi lulusan SMK atau program bidang bangunan sipil dan kesehatan, dapat bekerja di Jepang pada perusahaan tersebut.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (dua dari kanan) foto bersama dengan investor asal Jepang.

‘’Sebagai perusahaan property terkemuka di Kepang, Lida Group Holding merekrut pekerja untuk magang di Jepang selama 3-5 tahun dengan penghasilan yang bagus. Peserta magang termasuk dari Lombok yang jumlahnya sudah mencapai ratusan dan ke depan kuota peserta magang dari NTB jumlahnya akan terus ditambah,’’ ujarnya.

Selain program magang bidang property, juga akan merekrut program magang untuk tenaga perawat kesehatan yang kebutuhannya juga cukup banyak.

Gita Aryadi menambahkan, di NTB, IIDA Group Holding dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mulai berinvestasi tidak kurang dari Rp100 miliar dengan membebaskan lahan seluas 45 hektare  dan rencananya akan membangun 3.500 unit RTG. ‘’Tahap pertama sudah mulai dibangun sebanyak 282 unit di wilayah Kabupaten Lombok Barat,’’ ucapnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menyambut baik tawaran perusahaan tersebut. Dia meminta kuota magang di Jepang untuk pemuda NTB dapat ditambah. Gubernur Zul juga meminta agar investasi perusahaan tersebut tidak dipersulit karena dibutuhkan masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana.

Setelah berkunjung ke Gubernur NTB, Presiden IIDA Group Holdings dan rombongan melanjutkan kunjungannya untuk melihat progres projek di Kabupaten Lombok Tengah dan mengunjungi KEK Mandalika untuk menjajaki peluang berinvestasi di kawasan pariwisata tersebut.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply