Kepala Puskesmas Keruak Ajak Warga Menabung dengan Darah

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Mungkin semua orang pernah mengalami atau masyarakat kelimpungan ketika mendadak keluarga sakit yang harus membutuhkan transfusi darah. Sering kali dihadapi dengan situasi yang sangat emergency. Tak bisa dibayangkan jika dihadapkan dengan situasi sulit menemukan pendonor yang pas dengan golongan darah pasien.

Kepala Puskesmas Keruak, Lalu Kasturi.

Menjawab semua itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Kesehatan menggerakkan semua Puskesmas bekerja sama dengan desa untuk membentuk bank darah di setiap desa. Puskesmas Keruak, Lombok Timur, salah satu Puskesmas yang kini mulai gencar melakukan koordinasi dengan 15 desa untuk memulai pencanangan mengajak masyarakat untuk menabung dengan darah melalui program bank darah.

Sebagai langkah awal, Kamis (15/8), menggelar pertemuan khusus dengan semua kepala desa untuk membahas langkah-langkah yang efektif untuk memulai satu desa satu bank darah.

Kepala Puskesmas Keruak, Lalu Kasturi kepada Lomboktoday.co.id menjelaskan, sesungguhnya terobosan ini sudah lama dirancang namun sekarang ada waktu yang tepat untuk dibahas dengan para kepala desa. Melalui bank darah di tiap desa ini, lanjut Lalu Kasturi, ke depan tidak ada lagi masyarakat jika keluarga sakit butuh tambahan darah, harus kesulitan mencari donor darah akibat stok darah yang kadang kosong di PMI.

‘’Bisa dibayangkan jika ada keluarga sakit terjadi kekurangan darah yang sangat mendesak, sementara belum tentu dalam waktu singkat ada keluarga lain yang cocok golongan darahnya dengan yang sakit,’’ kata Kepala Puskesmas Keruak, Lalu Kasturi.

Kades Setungkep Lingsar, Saipul Muslimin.

Kasturi menjelaskan, melalui sistem bank darah ini, pihak desa akan membantu untuk membentuk kelompok pendonor berdasarkan kelompok golongan darah yang sama. Pihak Puskesmas berkoordinasi dengan PMI untuk melakukan donor darah ke tiap desa secara terjadwal. Jika pola ini sudah berjalan dengan efektif di tiap desa, maka diharapkan tidak ada lagi istilah kehabisan stok darah di PMI.

Untuk itu, Kasturi berharap kepada semua kepala desa untuk membantu di desa masing-masing mensosialisasikan dan mengorganisir masyarakat bersedia sebagai pendonor tetap. ‘’Ini semua demi nyawa saudara-saudara kita,’’ ujarnya.

Di tempat yang sama, Kades Setungkep Lingsar, Saipul Muslimin, salah seorang kades yang hadir dalam pertemuan itu mengaku sangat menyambut baik program ini. Kades yang akrab disapa Bang Epol ini berjanji akan segera menindaklanjutinya yang diawali dengan sosialisasi untuk menghimpun calon pendonor sebanyak mungkin di desanya.

‘’Tidak ada alasan untuk tidak kami tindaklanjuti program ini, karena ini adalah bentuk dakwah bil hal, yaitu ikhtiar menyelamatkan nyawa manusia,’’ kata Bang Epol.

Sejatinya, kegiatan serupa sudah puluhan tahun berjalan di Desa Sepit, Kecamatan Keruak. Mantan kepala desa Sepit periode 2007-2013, Muhammad Hamdan membenarkan pola bank darah di Desa Sepit adalah kegiatan rutin sejak dirinya menjabat jadi kades. ‘’Kalau di Sepit, bank darah ini sudah dimulai era saya jadi kades dan Alhamdulillah masih berjalan hingga sekarang ini,’’ kata Hamdan.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply