Hari Ini, Lombok Utara Dominasi Penambahan 17 Pasien Positif Covid-19 di NTB

Sekda NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Jumlah pasien Corona di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah dan mengkhawatirkan. Buktinya, pada hari ini, Kamis (21/5), ada penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 17 orang. Dari jumlah tersebut, didominasi dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) yakni sebanyak 12 orang, 2 orang dari Kota Mataram, 2 orang dari Kabupaten Lombok Tengah dan 1 orang dari Kabupaten Lombok Timur. Dengan adanya penambahan kasus baru positif Covid-19, maka total keseluruhan pasien positif Covid-19 sampai hari ini di Provinsi NTB menjadi 410 orang.

‘’Pada hari ini, Kamis, 21 Mei 2020, telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 172 sampel dengan hasil 150 sampel negatif, 5 (lima) sampel positif ulangan, dan 17 sampel kasus baru positif Covid-19,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, HL Gita Ariadi, dalam siaran pers, Kamis (21/5).

Adapun sebanyak 17 pasien positif Covid-19 tersebut, di antaranya; pertama, pasien nomor 394 inisial Tn S (48 tahun), laki-laki, warga Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lotim. Ke-2, pasien nomor 395 inisial Ny L (33 tahun), perempuan, warga Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Loteng. Ke-3, pasien nomor 396 inisial Ny P (27 tahun), perempuan, warga Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Loteng. Ke-4, pasien nomor 397 inisial Ny BS (76 tahun), perempuan, warga Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ke-5, pasien nomor 398 inisial Ny AR (25 tahun), perempuan, warga Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Ke-6, pasien nomor 399 inisial Tn M (49 tahun), laki-laki , warga Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Ke-7, pasien nomor 400 inisial Tn R (47 tahun), laki-laki, warga Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Ke-8, pasien nomor 401 inisial Tn H (37 tahun), laki-laki, warga Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Ke-9, pasien nomor 402 inisial Tn AH (33 tahun), laki-laki, warga Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Ke-10, pasien nomor 403 inisial Tn S (34 tahun), laki-laki, warga Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Berikutnya ke-11, pasien nomor 404 inisial Tn S (53 tahun), laki-laki, warga Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Ke-12, pasien nomor 405 inisial Tn SR (58 tahun), laki-laki, warga Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Ke-13, pasien nomor 406 inisial Tn IP (19 tahun), laki-laki, warga Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Ke-14, pasien nomor 407 inisial An SB (15 tahun), laki-laki, warga Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Ke-15, pasien nomor 408 inisial An AA (17 tahun), laki-laki, warga Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Ke-16, pasien nomor 409 inisial An BAP (14 tahun), perempuan, warga Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Ke-17, pasien nomor 410 inisial Tn A (41 tahun), laki-laki, warga Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. ‘’Dari penambahan 17 orang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, mereka ada yang pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dan ada yang tidak pernah melakukan perjalanan,’’ ujarnya.

Gita Ariadi mengatakan, selain adanya penambahan positif Covid-19, hari ini juga ada penambahan 3 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif. Ketiga orang itu di antaranya; pertama, pasien nomor 245 inisial Tn A (51 tahun), laki-laki, warga Kelurahan Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Ke-2, pasien nomor 247 inisial Tn J (34 tahun), laki-laki, warga Desa Keramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Dan ke-3, pasien nomor 250 inisial Tn M (57 tahun), laki-laki, warga Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. ‘’Dengan adanya tambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif, 3 orang tambahan sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Kamis (21/5) sebanyak 410 orang, dengan perincian 251 orang sudah sembuh, 7 (tujuh) meninggal dunia, serta 152 orang masih positif dan dalam keadaan baik,’’ katanya sembari menjelaskan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Gita Ariadi menjelaskan, hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 922 orang dengan perincian 375 orang (41%) PDP masih dalam pengawasan, 547 orang (59%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.438 orang, terdiri dari 231 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.207 orang (96%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 5.150 orang, terdiri dari 1.853 orang (36%) masih dalam pemantauan dan 3.297 orang (64%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 58.460 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.870 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 54.590 orang (93%).

‘’Dengan adanya tambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif, maka jelas daerah kita belum aman dari Covid-19, sehingga tidak ada alasan untuk kita semua longgar melaksanakan seluruh protokol pencegahan Covid-19 serta memberikan permakluman terhadap seluruh momen-momen tradisi dan kebiasaan, seperti yang biasa dilakukan masyarakat dalam waktu dekat ini yakni momen mudik dan berlebaran dengan seluruh aktivitasnya. Kita semua tidak boleh lengah dan kendor dalam disiplin,’’ jelas Gita Ariadi sembari mengatakan, upaya dari masing-masing pemerintah daerah berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat setempat untuk tidak membiarkan munculnya titik-titik keramaian juga sangat diperlukan agar penyebaran wabah Covid-19 tidak semakin bertambah.

Gita Ariadi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang tetap disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19, mengikuti seluruh anjuran dan himbauan pemerintah, tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Pemerintah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit. ‘’Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119,’’ ujarnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply