Gubernur NTB Prihatin 60 Persen Tahanan di Lapas Adalah Pengguna Narkoba

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (kiri) saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kanwil Kemenkum HAM NTB, Andi Dahrif Rafied (kanan), di Ruang Kerja Gubernur, Jum’at (19/6).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menyatakan prihatin atas banyaknya generasi muda yang terlibat kasus penyalagunaan Narkotika dan obat-obatan berbahaya. Bukan hanya generasi muda, tetapi juga warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tidak luput dari penggunaan dan peredaran gelap perdagangan Narkoba.

‘’Banyaknya generasi muda yang menjadi korban Narkoba harus menjadi atensi kita bersama. Sangat memprihatinkan sekali jika yang masih muda-muda ini terlibat Narkoba,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM NTB, Andi Dahrif Rafied, di Ruang Kerja Gubernur, Jum’at (19/6).

Gubernur berharap agar persoalan penggunaan Narkoba di dalam Lapas harus menjadi perhatian serius untuk diberi pembinaan dan mulai dipikirkan juga tempat rehabilitasi pengguna Narkoba di NTB. Berdasarkan laporan dan data dari BNN, tidak sedikit dari tahanan Narkoba bukannya berhenti saat keluar dari Lapas, tapi justru mengulangi perbuatannnya, malah tetap menjadi pemakai dan pecandu Narkoba. Apalagi hampir 60 persen di NTB, Lapas dipenuhi pengguna Narkoba. Di mana, dari 2.700 penghuni Lapas, sebanyak 1.250 adalah pengguna Narkoba. ‘’Tentu ini harus dicegah dan menjadi tugas kita semua untuk menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa,’’ ujarnya.

Karena itu, Gubernur mengajak semua pihak untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dalam membangun daerah. Menurut Gubernur, Forkompimda NTB terus membangun komunikasi dan kebersamaan di setiap kegiatan. ‘’Kebersamaan itu meruntuhkan sekat. Sehingga setiap program pembangunan dan permasalahan dapat diselesaikan dengan kekompakan dan kebersaman,’’ katanya.

Gubernur juga mengingatkan agar warga binaan di Lapas bersama pegawai Lapas untuk tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin guna mencegah penyebaran wabah Covid-19. ‘’Di Lapas juga tetap sosialisasikan memasuki New Normal, agar mematuhi protokol kesehatan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus,’’ ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM NTB, Andi Dahrif Rafied berjanji akan terus membangun sinergi dan kebersamaan untuk menyukseskan pembangunan daerah. Banyak yang telah disinergikan bersama Pemprov NTB. Termasuk ada 60 orang warga binaan yang mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Nakertrans NTB. Pemprov NTB juga telah membantu memberikan paket sembako dari JPS Gemilang kepada 880 warga binaan yang memperoleh asimilasi karena wabah Covid-19 melanda Indonesia. ‘’Jadi, perhatian Pemerintah NTB yang dikomandai Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah, sudah baik sekali,’’ katanya.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya bahwa dari sebanyak 2.706 warga binaan yang ada di 13 Lapas dan Rutan se-NTB, hingga saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Karena di Lapas dan Rutan juga diterapkan protokol yang ketat, termasuk keluarga yang yang ingin berkunjung tidak diperbolehkan. Tetapi dengan kunjungan virtual. Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Kakanwil Kemenkum HAM NTB didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan, Administrasi, Imigrasi, Kalapas Mataram, Kalapas Perempuan dan Kabapas Mataram.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply