Gubernur Ingatkan RSUD NTB Untuk Berikan Pelayanan Paripurna pada Masyarakat

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah fose bersama Direktur RDUD NTB, dr HL Hamzi Fikri dan para pemenang lomba video inovasi pelayanan.

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengingatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB dan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan status sosial maupun penampilannya.

‘’Fasilitas dan sarana prasarana di RS kita sudah lengkap, tapi satu yang perlu terus maksimal ditingkatkan yaitu senyum tulus dari hati nurani ketika melayani pasien,’’ kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat kunjungan kerja dalam rangka pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Provinsi NTB dan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB, Rabu (1/7).

Gubernur mengajak pihak RS, baik dokter maupun perawat serta semua jajarannya agar melayani masyarakat yang berkunjung dengan hati yang tulus dan ikhlas. Karena menurutnya, ketulusan hati dan senyuman tulus tanpa dibuat-buat akan mampu mengobati sakit.

Gubernur bercerita, di era tahun 90-an, banyak masyarakat Indonesia terutama Jakarta maupun Surabaya yang rela mengeluarkan biaya mahal untuk berobat ke Rumah Sakit di Singapura. Padahal, fasilitas dan dokter yang ada di Indonesia juga memiliki kemapuan dan ilmu yang hampir sama.

Setelah diperhatikan dan diamati, yang membedakannya adalah pelayanan dan perlakuan pihak RS terhadap pasiennya. Mereka melayani pasiennya dengan senyum tulus dan mampu memberikan service dan optimisme dan harapan kepada pasiennya untuk sembuh. Karena sugesti itu sangat penting untuk membangkitkan semangat sembuh dan hidup yang lebih lama. ‘’Nah, senyuman ini yang perlu kita pelajari, karena senyumanan ini beda antara yang tulus dan yang dibuat-buat,’’ ujarnya.

Hal ini penting bagi pihak rumah sakit, agar meningkatkan pelayanan khusus menghadapi masyarakat. Mulai dari petugas loket hingga dokter. Selain pelayanan, peningkatan SDM baik perawat ataupun dokter spesialis serta tenaga lainnya juga perlu terus diperbanyak. Apalagi RSUD NTB ini sudah memilki Medical Turism. Perlu tenaga yang handal dan berkompetensi yang mampu memahami instrumen dan fasilitas dengan teknologi modern.

Ia juga berharap RSUD NTB terus menata diri mempersiapkan SDM menghadapi event MotoGP tahun 2021 mendatang. Minimal perawat atau tenaga medisnya memiliki kemampuan berbahasa asing dan kompetensinya mumpuni. ‘’Jangan lupa pilih yang memiliki senyuman yang menyejukan,’’ kata Mantan Ketua Senat Universitas Indonesia (UI) ini disertai uplaos dari pegawai RSUD Provinsi NTB.

Gubernur juga berpesan agar menciptkan lingkungan dan budaya kerja yang baik, antara semua ASN bersama pimpinan. Sehingga RSUD Provinsi NTB ini dapat memberi contoh institusi yang pelayanannya paripurna di NTB.

Dirut RSUD Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri menyambut baik kunjungan Gubernur. Silaturahmi ini mampu meruntuhkan sekat-sekat antara pimpinan dan bawahan. Sehingga memberikan semangat kerja bagi ASN di RSUD Provinsi NTB. Di masa Pandemi Covid-19 RSUD Provinsi NTB memutuskan untuk adaptasi dengan perubahan yang ada. Sehingga zona itu sudah mampu terlewati. ‘’Kami sudah melalui masa sulit ini dan terus bekerja seperti biasa dengan pola New Normal,’’ katanya.

Selain itu, RSUD Provinsi NTB juga berkeinginan untuk terus belajar memberikan pelayanan yang maksimal. Meningkatkan SDM agar dapat terus memperbaharui ilmu dengan perkembangan dunia. Pihak RS juga mengapresiasi langka Gubernur, memberikan pelayanan maksimal untuk merawat pasien Covid. Dengan memberikan tambahan ruang isolasi lengkap, sehingga total ruang 90 ruangan. ‘’Di samping melayani pasien Covid-19, tanggung jawab utama kami juga melayani pasien umum atau non Covid-19,’’ ujarnya.

HL Hamzi Fikri menambahkan, saat ini sedang dibangun tempat khusus pasien Covid-19, progresnya sudah 31 persen bangunanya. Targetnya awal bulan September 2020 mendatang, gedung yang terletak di bagian timur itu akan dioperasikan. Diakuinya sejak Covid-19, pendapatan RSUD Provinsi NTB terus menurun hingga 40 persen. Namun tidak menyurutkan jajarannya untuk terus berinovasi dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada pasien dan masyarakat.

Sementara itu, Direktur RSJ Mutiara Sukma NTB, dr Evi Kustini Somawijaya menjelaskan, pihak RSJ semasa Covid-19 menangani dengan baik pasien gangguan jiwa. RSJ juga membukaLayanan online konseling.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply