Sekda NTB: Penegakan Disiplin dan Sanksi Tegas Harus Dilakukan Secepatnya

Sekda NTB, HL Gita Ariadi (tengah) saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (2/7).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sepakat melakukan kampanye ulang dan massif akan bahaya Virus Covid-19. Tingginya angka penyebaran dan kasus terpapar Covid-19 di kedua wilayah tersebut, ditengarai akibat turunnya kedisiplinan dan pola pencegahan yang harus ditingkatkan.

Bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (2/7), Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi menyimpulkan, penegakan disiplin yang lebih tegas disertai sanksi dan cara-cara baru harus dilakukan secepatnya. Selain membentuk tim khusus patroli pencegahan yang didukung operasi non militer (kemanusiaan), Korem 162/WB dan Kodim 1606/Lobar, penguatan pencegahan berbasis lingkungan/area publik juga menjadi langkah pencegahan bagi kelompok berisiko tinggi.

‘’Secara medis dan non medis, usulan dari Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram dan Kabupaten Lobar adalah bagaimana menegakkan kembali disiplin protokol kesehatan dengan kampanye bahaya Covid-19 dengan media apa saja. Strategi pencegahan juga diperkuat dan diperketat,’’ kata Sekda NTB, HL Gita Ariadi.

Beberapa strategi tersebut seperti dijelaskan HL Gita Ariadi, adalah dengan sosialisasi ulang Pergub tentang tata cara di tempat umum, pengawasan di posko terpadu di tempat umum dengan menempatkan inspektur masker, juga sosialisasi di lingkungan oleh aparat desa/kelurahan dan tokoh setempat secara massif seperti awal pandemi.

Secara medis, penanganan kelompok berisiko tinggi seperti orang lanjut usia dengan penyakit bawaan (comorbid) dilakukan pelayanan kunjungan rumah, penanganan lebih awal pasca reaktif dengan isolasi mandiri dan karantina lokasi yang lebih fokus jika terjadi penularan.

Senada dengan Sekda NTB, Kepala Dinas Kesehatan, dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan, secara umum sejak pembukaan tempat umum beberapa minggu terakhir, kurva penularan masih progresif. Di Kota Mataram terutama disebabkan oleh kepadatan penduduk dan mobilitas antar kedua wilayah ini.

Hadir pula dalam rapat koordinasi Bupati Lobar, H Fauzan Khalid; Sekda Lobar, Kadikes Lobar, Asisten 1 Setda Kota Mataram dan Kadikes Kota Mataram, perwakilan Polda NTB dan Korem 162/WB.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply