Wagub Minta Pemkot Mataram Lebih Serius Tangani Covid-19

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah (kanan) saat menyampaikan keterangan pers pada acara konferensi pers bersama Pimpinan Redaksi Media dan wartawan di ruang Anggrek Kantor Gubernur, Selasa (7/7).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) merupakan daerah dengan zona merah Covid-19 di Provinsi NTB, akan tetapi Kabupaten Lobar telah menunjukkan kemajuannya. Terhitung hanya tinggal tiga kecamatan yang masih zona merah di Kabupaten Lobar, sedangkan Kota Mataram seluruh daerahnya masih zona merah.

Oleh karena itu, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk lebih serius menangani penyebaran Covid-19, dengan memperkuat kerja sama dan menyatukan persepsi dalam menangani Covid-19 di Kota Mataram.

Menurutnya, keseriusan Pemkot Mataram sangat diperlukan dalam penegakan protokol Covid-19, terutama di pusat-pusat keramaian serta secara massif melakukan tracing. ‘’Kita mohon keseriusan Pemkot Mataram untuk betul-betul menangani pendisiplinan masyarakat ini dengan baik, melakukan traking dan test massif. Semakin banyak yang terjaring, maka semakin banyak yang bisa kita lindungi,’’ kata Wagub pada konferensi  pers bersama Pimpinan Redaksi Media dan wartawan di ruang Anggrek Kantor Gubernur, Selasa (7/7).

Menurutnya, semua pihak diharapkan tetap berkolaborasi, bersinergi dan bergandengan tangan dalam menangani pandemi ini. Adapun peran TNI dan Polri dinilai sudah sangat aktif memberikan dukungan dalam penanganan pandemi ini. Pemprov NTB juga sangat gencar melakukan program maskerisasi, bahkan secara khusus di Kota Mataram.

Pada pertemuan itu, Wagub juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh media atas partisipasi dalam memberikan pemahaman dan edukasi terkait protokol Covid-19 di NTB kepada masyarakat. ‘’Terima kasih kepada media, yang saya lihat sangat aktif berada di belakang kita dalam mengedukasi masyarakat,’’ ujarnya.

Wagub meminta agar sinergi media dan pemerintah dapat terus terjalin, tentunya dengan satu persepsi bahwa melawan Covid-19 ini dibutuhkan kedisiplinan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat dalam penerapan protokol Covid-19.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri, MM, MARS memaparkan perkembangan terkini Covid-19 di daerah ini. Pihaknya di RSUD Provinsi NTB sampai dengan tanggal 6 Juli telah merawat sebanyak 14 orang bayi, 54 anak dan 397 orang dewasa dengan total 465 pasien telah ditanganinya. Namun dari jumlah tersebut sebanyak 130 orang yang dinyatakan positif. ‘’Kita tetap waspada tinggi dan menyikapi ini harus tetap tenang,’’ katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy menyampaikan bahwa media telah banyak membantu dalam memberikan motivasi, pencerahan dan pencerdasan kepada masyarakat terkait Covid-19.

Pada kesemapatan itu, Najamuddin meminta agar ke depan kerja sama pemerintah dengan media lebih ditingkatkan lagi. ‘’Kita ingin agar kita dan media ini memiliki frekuenai dan visi yang sama terkait tentang apa yang menjadi pesan dan tema-tema utama sehingga pendidikan, edukasi, pencerahan kepada masyarakat ini bisa terus kita lakukan sesuai dengan kondisi terkini NTB,’’ katanya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply