Posyandu Keluarga, Mengatasi Masalah Berbasis Pendekatan Keluarga

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Kepala BKKBN RI, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo saat acara peluncuran Posyandu Keluarga, di Desa Embung Kandong, Kecamatan Terara, Kabupaten Lotim, Sabtu (19/9).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga terus digenjot di seluruh kabupaten/kota bahkan desa-desa di Provinsi NTB. Posyandu Keluarga adalah terobosan dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan berbasis pendekatan keluarga. Posyandu Keluarga tidak hanya melayani Ibu dan bayi, namun juga melayani remaja dan lansia.

‘’Edukasinya melalui Posyandu. Jadi, Posyandu kita akan menjadi pusat edukasi, Posyandu kita akan melayani dari bayi sampai lansia,’’ kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat memberikan sambutan sekaligus meluncurkan Posyandu Keluarga di Desa Embung Kandong, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sabtu (19/9).

Pembangunan berbasis desa ini menjadi andalan Pemprov NTB, sehingga diperlukannya sinergitas semua pihak, terlebih kepala desa (Kades). ‘’Kepala Desa yang di bawah binaan bapak Camat ini menjadi kunci di dalam kita membangun desa kita, membangun Lombok Timur, membangun NTB,’’ ujarnya.

Wagub menilai Desa Embung Kandong sebagai desa yang luar biasa, menerima dan merespon hal positif dengan sigap. ‘’Desa Embung Kandong ini bukan desa biasa, segala sesuatu yang positif itu mudah didorong di sini. Tadi disampaikan bank sampah, kemudian juga pembinaan keluarganya, Posyandunya, semuanya itu Insya Allah bisa dengan mudah didorong di sini,’’ ungkapnya.

Lebih jauh, Wagub mengatakan bahwa Provinsi NTB menjadi provinsi pertama yang mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Penanggulangan Penyakit Menular. Hal ini merupakan wujud kasih sayang pemerintah untuk menjaga masyarakat dari Virus Corona. ‘’Jangan dilihat Perda ini kemudian dilihat dari dendanya, jadi denda ini hajatnya adalah untuk bagaimana agar masyarakat kita semua pakai masker kalau di luar rumah, karena pandemi ini belum selesai dan kita tidak tahu kapan selesainya, selesainya adalah kalau vaksin sudah ditemukan,’’ tegasnya.

Sehingga langkah yang paling tepat dan bijak untuk saat ini, lanjut Wagub ialah memanfaatkan vaksin yang sudah ada, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. ‘’Wujud kasih sayang kita adalah dengan menggunakan masker,’’ ucapnya.

Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular ini harus berbasis desa, sehingga seluruh masyarakat dapat kompak mematuhinya. ‘’Karena tidak mungkin hanya kabupaten/kota saja atau bahkan Provinsi, tidak mungkin kalau tidak berbasis desa. Insya Allah mari kita melakukan amalan terbaik saat ini, menggunakan masker, menghindari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, dari bahaya,’’ ungkapnya.

Lebih jauh, hadirnya kampung KB sangat membahagiakan bagi Wagub. Sebab, dapat diintegrasikan dengan program-program lainnya salah satunya bank sampah. ‘’Kampung KB ini gampang sekali diintervensi, karena sudah ada treatment di situ, ada edukasi di situ, sehingga kalau kita masukin bank sampah cepat menyesuaikan, kita masukkan program-program lain juga cepat menyesuaikan,’’ katanya.

Wagub menyampaikan bahwa Pemprov NTB sangat bangga dengan program BKKBN tersebut. ‘’Ini Insya Allah dengan sinergi, tidak ada yang sulit, dengan sinergi yang baik Insya Allah semuanya akan dimudahkan oleh Allah SWT, yang terpenting doa dan ikhtiar itu kita jalankan,’’ ujarnya.

Dengan diluncurkannya Posyandu Keluarga di Kabupaten Lotim ini, diharapkan seluruh Posyandu di Lotim menjadi Posyandu Keluarga bisa melayani bayi sampai dengan lansia. ‘’Terima kasih sekali lagi untuk BKKBN, kepala BKKBN terima kasih banyak, sudah berapa kali ke NTB, mudah-mudahan ini semua membawa berkah,’’ ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasinya terhadap Pemprov NTB atas terobosan Posyandu Keluarga. Hasto menerangkan bahwa ini adalah terobosan pertama di Indonesia dan akan diterapkan di seluruh Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply