Wagub NTB: Kunci Sukses Program Terletak pada Sinergitas dan Kontinuitas

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah dipasangkan selendang pada saat acara peresmian Posyandu Keluarga di Desa Moneng, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Selasa (20/10).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

SUMBAWA BARAT, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menyatakan bahwa kunci dari segala program terletak pada kebersamaan dalam membangun serta keberlanjutan dalam pelaksanaannya, termasuk dalam mewujudkan Revitalisasi Posyandu, dari konvensional ke Posyandu Keluarga.

‘’Percayalah, Insya Allah semua akan tercapai. Yang terpenting kerja keras, kerja sama serta turut mengawal setiap program kegiatan, sehingga kedepan tidak ada yang tidak mungkin,’’ kata Wagub saat meresmikan Posyandu Keluarga di Desa Moneng, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Selasa (20/10).

Wagub juga mengingatkan bahwa Posyandu Keluarga sejak awal dilaunching diperuntukkan sebagai pusat edukasi masyarakat, di mana jika setiap kegiatannya dikawal, setiap prosesnya secara berkesinambungan serta masyarakatnya turut andil, maka bukan tidak mungkin setiap masalah sosial yang ada di tingkat dusun dan desa akan teratasi. ‘’Sejak dilaunching, kita fokuskan Posyandu Keluarga sebagai tempat edukasi. Mampu melayani dari bayi, remaja, hingga lansia. Semua edukasi bisa kita masukkan melalui kegiatan ini setiap bulan sampai ke dusun-dusun,’’ ujarnya.

Sementara itu, Pjs Bupati Sumbawa Barat, M Agus Patria dalam sambutannya menyatakan di KSB sendiri tersapat 225 Posyandu konvensional, 67 unit di antaranya sudah beralih status menjadi Posyandu Keluarga. ‘’Insya Allah, sisanya bisa kami usahakan dan tuntaskan cepat,’’ kata Agus optimis. Tak hanya itu, Agus juga meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Pemkab Sumbawa Barat terus meningkatkan kerja sama dalam pembangunan daerahnya dengan memberikan pembinaan dalam upaya menyelaraskan program yang ada. ‘’Karena sesungguhnya  kami di Kabupaten Sumbawa Barat, siap menerima arahan dan pembinaan. Kita ingin secepatnya Posyandu Keluarga dibumikan di tanah Pariri Lema Bariri,’’ ujarnya.

Sedangkan Kepala Desa Moneng, Akhyar Rosidi menyatakan komitmennya untuk mendukung sepenuhnya program-program Pemprov NTB termasuk Posyandu terintegrasi, Zero Waste, pemanfatatan BUMDes hingga Desa Wisata. ‘’Alhamdulillah di Desa Moneng terdapat beberapa layanan kesehatan dasar, dari Pustu, Puskesdes, hingga Posyandu Keluarga,’’ kata Rosidi.

Desa yang berdiri sejak tahun 2010 itu juga aktif melakukan inovasi dalam upaya mendukung suksesnya Posyandu Keluarga, di antaranya yakni Bapak Antar Anak ke Posyandu (Bapasi) dan Tabungan Sehat Balita Bayi (Taseba). ‘’Dalam bidang zero waste, kami sediakan pick up yang beroperasi dua kali seminggu, pelatihan kompos kepada ibu-ibu. Sedangkan di sektor pariwisata, kami telah membebaskan lahan seluas 1,6 hektar untuk agrowisata,’’ ujarnya.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply