Disepakati Bersama, Ini Besaran UMP NTB 2021

233
Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi, saat konferensi pers di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (4/11).
Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi, saat konferensi pers di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (4/11).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dewan Pengupahan Provinsi NTB akhirnya menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2021. Berdasarkan Sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2020 lalu, memutuskan besaran nilai UMP NTB tahun 2021 mendatang sama dengan besaran nilai UMP NTB pada tahun 2020.

‘’Sudah disepakati bersama dan besarannya tetap (Rp2.183.883,-),’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi, saat konferensi pers di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (4/11).

Dalam kesempatan ini, Sekda mengatakan jika keputusan penetapan UMP tahun 2021 di NTB tidak lepas dari pengaruh bencana non alam yang tengah melanda saat ini. Oleh sebab itu, Sekda menyadari betul bahwa yang terdampak bukan hanya di kalangan pekerja saja, melainkan hingga pengusaha dan juga masyarakat umum. ‘’Yang terdampak itu kolektif, bukan pekerja saja tetapi pengusaha juga terdampak. Oleh karenanya, pengusaha juga membutuhkan perlindungan, maka pemerintah memberikan apa yang disebut sebagai relaksasi-relaksasi kebijakan perpajakan dan lain sebagainya,’’ ujarnya.

Sekda juga menyatakan bahwa saat ini pemerintah terus berupaya untuk memberikan perhatian yang berimbang bagi semua kalangan. Salah satunya Jaring Pengaman Sosial (JPS), yang ditujukan kepada masyarakat yang di dalamnya terdapat pula pekerja-pekerja yang tidak dapat bekerja atau bahkan diberhentikan. ‘’Bukan main pekerja kita, bukan main pengusaha kita yang sudah menerapkan hubungan industrial Pancasila, kita saling melindungi kemanusiaan yang adil dan beradab dan kesejahteraan sosial sama-sama kita perjuangkan,’’ ungkapnya.

Terakhir, Sekda mengajak seluruh kalangan untuk kompak dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 saat ini. Menurutnya, semakin cepat pandemi berakhir, maka akan semakin cepat pula geliat perekonomian bangkit dan maju kembali. ‘’Yang terpenting, bagaimana kita sama-sama segera menuntaskan Covid-19 ini, mari ber-NTB, bangkitkan ekonomi rakyat, Nurut Tatanan Baru (NTB) supaya dunia usaha bangkit lagi. Kalau itu terjadi, kesejahteraan pekerja Insya Allah akan terjamin,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Hj T Wismaningsih Drajadiah menjelaskan, jika penetapan UMP sendiri memiliki siklus lima tahunan. Di mana, siklus pertama terhitung sejak tahun 2016 dan berakhir tahun 2020. Sementara untuk siklus kedua dimulai tahun 2021 dan akan berakhir pada tahun 2025.

Adapun setiap siklus besaran nilai UMP ditentukan oleh hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL). Begitu juga dengan penetapan UMP tahun 2021 yang seharusnya berdasarkan hasil survei tahun 2020. ‘’Mengingat bencana non alam, maka hasil survei KHL yang dilakukan oleh BPS belum mendukung, sehingga belum bisa dijadikan landasan penetapan upah minimum tahun 2021,’’ kata Hj Wismaningsih.

Selain itu, Wismaningsih juga mengatakan bahwa penetapan UMP telah sesuai dengan dasar-dasar hukum yang berlaku. Di antaranya, Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 89, Peraturan Pemerintah No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.15 tahun 2018 tentang Upah Minimum.

Lebih lanjut, Hj Wismaningsih melaporkan bahwa dari 30 provinsi yang sudah menetapkan UMP, 5 provinsi menaikkan UMP untuk tahun 2021. Sementara itu, 25 provinsi lainnya menetapkan UMP tahun 2021 sama dengan nilai UMP tahun 2020. ‘’Jadi, paling tepat kalau menggunakan besaran upah minimum tahun lalu untuk besaran upah minimum tahun ini, sehingga tidak memberatkan pengusaha dan merugikan pekerja,’’ ujarnya.

Konferensi pers tersebut juga turut dihadiri Dewan Pengupahan Provinsi NTB, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) NTB dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) NTB dan Badan Pusat Statistik Provinsi NTB.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here