Pasca Gempa, Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan Masih Jadi Prioritas Utama

400
Kepala Bappeda Provinsi NTB, H Amry Rakhman saat meresmikan Rehabilitasi Rekonstruksi Pendidikan dan Kesehatan Pasca Bencana Gempa Bumi 2018, melalui Proyek UNDP-PETRA, di SMKN 1 Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, (KLU), pada Senin (25/1).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

LOMBOK UTARA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Fasilitas sekolah dan kesehatan merupakan kebutuhan yang menjadi hak dasar masyarakat, sehingga ketersediaan sarana dan prasarananya merupakan tanggung jawab bersama. Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang diwakili Kepala Bappeda Provinsi NTB, H Amry Rakhman, pada Senin (25/1), di SMKN 1 Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) meresmikan Rehabilitasi Rekonstruksi Pendidikan dan Kesehatan Pasca Bencana Gempa Bumi 2018, melalui Proyek UNDP-PETRA.

Awal 2021 ini, melalui proyek kerjasama tersebut, pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan akan diawali dengan bangunan SMKN 1 Pemenang. Selanjutnya akan dibangun juga 3 fasilitas pendidikan di SMKN 1 Tanjung, SMKN 1 Gangga dan SMKN 1 Kayangan. Selain fasilitas pendidikan, juga dibangun 10 unit fasilitas kesehatan di KLU, Kabupaten Lombok Timur dan di Kabupaten Lombok Barat.

Menurut Amry, pembangunan yang dilaksanakan UNDP-PETRA ini merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup masyarakat pasca gempa di NTB. ‘’Program UNDP-PETRA selama ini memprioritaskan pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat,’’ kata Amry.

Lebih jauh Amry menjelaskan bahwa pembangunan yang terencana dan terukur seperti yang sedang dibangun saat ini, merupakan sinergi dan kerja sama seluruh komponen, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI/Polri dan didukung bersama oleh masyarakat. ‘’Gubernur NTB sangat mengapresiasi dan menghargai kebersamaan dalam membangun fasilitas yang dibutuhkan masyarakat setempat. Terima kasih Bappenas, BNPB, Dinas Dikbud NTB, UNDP-PETRA, TNI/Polri, Pemkab Lombok Utara dan Pemkab Lotim dan seluruh masyarakat yang terlibat selama dua tahun terakhir ,’’ ujarnya.

Amry juga berpesan agar masyarakat dapat ikut dan turut serta mengawal dan memantau pembangunan. Karena sesuai rencana, pembangunan fasilitas SMKN 1 Pemenang dapat diselesaikan dalam enam bulan kedepan. ‘’Harapan kita bersama, semester ganjil, proses belajar mengajar sudah dapat berlangsung di bulan Juni atau Juli,’’ kata pria yang juga menamatkan S2-nya di ITB.

Sophie Kemkaszhe, Deputy Representative Residence UNDP Indonesia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon). Menurutnya, ini menjadi hal utama dalam percepatan pemulihan pembangunan  di KLU. Begitu pula dengan keterlibatan perempuan dalam pembangunan rehab rekon. Selain mempercepat proses fisik, partisipasi masyarakat ini turut mempercepat sosial ekonomi masyarakat agar segera pulih dari bencana. ‘’NTB ini unik, pertumbuhan ekonomi cepat pulih karena infrastruktur cepat terbangun untuk menunjang kegiatan masyarakat. Kalimat cobaq juluq baruq ngalahang adalah simbol semangat masyarakat KLU,’’ kata Sophie yang dilakukan secara daring melalui virtual zoom meeting sembari berharap akan makin banyak proyek UNDP yang berkelanjutan di Indonesia dan NTB, karena partisipasi warga yang tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB, H Aidy Furqon menjelaskan bahwa program kerja sama ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan keseriusan Gubernur NTB untuk mempercepat pemulihan sarana prasaran dasar pendidikan dan kesehatan pasca gempa. ‘’Ini merupakan komitmen dan keseriusan Gubernur untuk mengutamakan fasilitas dasar masyarakat,’’ kata Aidy Furqon.

Dari pihak sekolah, pembangunan sarana sekolah yang memadai ini, disambut baik dan ditunggu oleh Kepala SMKN 1 Pemenang KLU, Aswidah Windarti Ningsih bersama seluruh warga sekolahnya. Diakui Aswidah, bahwa pasca gempa usai rehab rekon dan trauma healing, sekolah tetap menyelenggarakan proses belajar mengajar, walaupun dengan bangunan sekolah darurat. ‘’Kami merasa senang dengan adanya bangunan baru yang akan dibangun ini, nanti tidak lagi belajar di sekolah sementara,’’ kata Kepala SMKN 1 Pemenang, Aswidah Windarti Ningsih.

Selain itu,Aswidah menjelaskan, di masa Covid-19, pihak sekolah menerapkan sistem belajar BDR/Belajar Daring kepada 486 siswa. Membagi waktu belajar dengan 2 sesi dan 3 jam belajar. Dalam satu kelas yang normalnya 36 siswa, dibagi menjadi 2 kelas menjadi 18 siswa dalam satu kelas. ‘’Tetap kami terapkan protokol Covid-19 di sekolah,’’ ucapnya.

Kegiatan ini disaksikan secara virtual oleh Deputi Pembangunan Regional Bappenas, perwakilan BNPB, perwakilan Bank Jerman, perwakilan UNDP-PETRA Indonesia. Hadir pula secara langsung Asisten I dan Asisten II Setda Provinsi NTB, Staf Ahli Gubernur, BPBD Provinsi NTB, Forkopimda Kabupaten Lombok Utara, tokoh masyarakat dan agama KLU.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here