Vaksin Dipacu, WSBK Melaju

HL Gita Ariadi
Sekda NTB, HL Gita Ariadi.

Oleh : HL Gita Ariadi |

BERDASARKAN kalender event World Superbike (WSBK) seri ke-9 diadakan di Circuit de Barcelona—Catalunya Spanyol tanggal 17-19 September 2021. Selanjutnya di Circuit de Jerez—Angel Nieto Spanyol (10), Autodromo Internacional do Algarve Portugal (11), Circuito San Juan Villicum Argentina (12) dan Mandalika International Street Circuit yang ke-13 tanggal 12-14 November 2021 mendatang.

2 (dua) bulan lagi bukanlah waktu yang panjang untuk persiapan. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 dengan segala keterbatasan dan pembatasannya.

Karena pandemi Covid-19, penonton, peserta dan timnya dari luar negeri yang akan mengikuti race, harus diatur karantinanya agar sesuai dengan surat edaran pemerintah tentang pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) di era Covid-19. Mereka harus dimonitor dengan prokes (protokol kesehatan) sejak landing di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), menginap di hotel, berkegiatan di sirkuit saat test race, babak kualifikasi, hari lomba (Race Day) hingga pada saatnya kembali ke bandara untuk pulang ke negara asal masing-masing.

Penonton tidak luput dari pengaturan. Sebelum membeli tiket, calon penonton dipastikan telah tervaksin secara penuh (2X vaksin) serta wajib menginstal dan terhubung ke aplikasi PeduliLindungi.

Masuk ke Mandalika International Street Circuit, tidaklah sederhana. Penonton harus menunjukkan tiket. Penonton harus diverifikasi vaksin melalui scan aplikasi PeduliLindungi. Penonton harus di sweb antigen di lokasi yang sudah disiapkan. Jika hasilnya negatif penonton boleh masuk sirkuit dengan tetap melewati security screening. Selama proses pemeriksaan menerapkan prokes yang ketat.

Jika hasil sweb antigen positif, penonton dipulangkan atau dirujuk ke rumah sakit. Terhadap tiket yang sudah dibeli ada opsi refund atau untuk next race.

Dari informasi beberapa kali rapat koordinasi persiapan, kapasitas penonton untuk WSBK kali ini hanya 20%. Setara dengan 40.000-an penonton termasuk 1.000-an orang yang terdiri dari pembalap/riders, crew, mekanik, official, media, konsultan, dll. Kapasitas normal sirkuit dirancang berkisar 200.000 orang. Target 20% penonton kali ini sudah memperhitungkan biaya produksi penyelenggaraan event.

Menjelang hari H penyelenggaraan, PT ITDC terus berbenah. Sejak penandatanganan kesepakatan antara Dorna dan PT ITDC tanggal 28 Januari 2019 lalu dilanjutkan audiensi CEO Dorna – Carmelo Ezpelata ke Presiden Jokowi tanggal 11 Maret 2019, jajaran BOC-BOD PT ITDC dihinggapi H2C (Harap-harap cemas). Terlebih tahun 2020 awal, kita mulai disapa pandemi Covid-19 yang hingga kini unpredictable kapan akan berakhir.

PT ITDC membangun Sirkuit Mandalika. Sirkuit sepanjang 4,3 km dengan 17 tikungan ini, progressnya hingga 18 September 2021 mencapai 98,09%. Pembangunannya menelan biaya Rp900 miliar. Tanggal 15 Agustus 2021, telah selesai pengaspalan lapis terakhir. Ditargetkan akhir September 2021 sirkuit dan fasilitasnya tuntas 100%.

Race control building, progressnya 94,50%. Deck circuit progressnya 71,40 %. Hotel Pullman Mandalika yang dibangun di areal 4,5 ha, dengan 257 room, progress per 21 Agustus 2021 sudah 86,30 %. Ada yang berprogress positif namun ada juga pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan secara humanis dan mutualistik seperti penyelesaian tanah-tanah enclave maupun penataan/penyelesaian 48 KK yang berada di 13 bidang tanah enclave sekitar lintasan sirkuit.

Di luar areal KEK Mandalika, pemerintah melalui berbagai kementerian/lembaga/BUMN, Pemerintah Propinsi (Pemprov) NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) turut berbenah.

PT Angkasa Pura I misalnya, meningkatkan kapasitas dan kualitas BIZAM. Dengan dukungan dana Rp700 miliar lebih. Di BIZAM kini telah dilakukan perluasan terminal penumpang internasional juga domestik, penambahan belalai gajah (gerbarata), perpanjangan runway, pengembangan fasilitas cargo, perluasan apron barat dan lain-lain.

Saya teringat saat peresmian mulai beroperasinya BIL/LIA tanggal 20 Oktober 2011 lalu, Gubernur NTB (saat itu TGB—Almukarram Dr TGH M Zainul Majdi), mohon run way BIL sepanjang 2.700 meter diperpanjang menjadi 3.000 meter agar pesawat berbadan lebar bisa landing leluasa di BIL.

Presiden SBY (Susilo Bambang Yudoyono) dalam sambutan peresmian, memahami dan sangat menyetujui usulan Gubernur NTB itu. Tapi sayang, setelah bertahun-tahun diperjuangkan ke Bappenas, Kementerian Perhubungan dan juga ke PT Angkasa Pura I tak kunjung terealisasi.

Berulang kali Irjen Pol Prof Dr H Farouk Muhammad—almarhum (anggota DPD RI—senator Dapil NTB) selaku Wakil Ketua DPD RI memfasilitasi pertemuan dengan stakeholders terkait. Bersama Anggota DPD RI Dapil NTB lainnya, Drs HL Suhaimi Ismy, berusaha bertemu Dirut PT Angkasa Pura I, hasilnya pun masih belum memuaskan.

Oleh Dirut PT Angkasa Pura I bahkan disampaikan bahwa, pembangunan BIL/LIA generasi kedua kemungkinan bisa dilakukan setidaknya tahun 2029. Itupun bergantung trend pertumbuhan penumpang.

Waktu terus berjalan. Tahun 2014 pemerintah menerbitkan PP 52 Tahun 2014 tentang KEK Mandalika. Tanggal 21 Oktober 2017 Presiden Jokowi meresmikan mulai beroperasinya KEK Mandalika. Tahun 2019, PT ITDC dengan dukungan Presiden Jokowi, menjadikan KEK Mandalika sebagai venue MotoGP.

Sejak saat itu Kementerian/Lembaga/BUMN memberikan dukungan yang luar biasa. Tahun 2020, saat Covid-19 melanda, dengan adanya lockdown, PSBB, PPKM, pejabat terbatas mengakses fasilitas bandara. Tak diduga tak dinyana, bersamaan Covid-19, BIZAM ditata dan berubah wajah. Runway yang bolak balik minta diperpanjang jadi 3.000 meter kini justru diberi lebih panjang lagi mencapai 3.400 meter. Pembangunan BIZAM generasi kedua tahun 2029, justru maju jadi tahun 2020. Alhamdulillah.

Selain moda transportasi udara, dukungan moda transportasi laut juga diberikan untuk dukung KEK Mandalika. PT Pelindo III membangun Pelabuhan Gili Mas, kapasitas 1.700 penumpang dengan biaya Rp1,3 triliun. Per 23 Juli 2021 sudah selesai pembangunannya 100%.

Kementerian PUPR membangun akses jalan bypass BIZAM—KEK Mandalika sepanjang 17,363 km yang segera akan dapat difungsikan. Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat memberikan dukungan penguatan sistem transportasi melalui penyediaan armada, fasilitas rambu dan PJU, menyusun managemen dan rekayasa lalu lintas dan lain sebagainya. Kementerian/lembaga/BUMN full support terhadap pembangunan KEK Mandalika.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB membangun RS Mandalika di Desa Sengkol. Melalui pinjaman PEN dari PT SMI, Pemprov NTB membangun dan meningkatkan kualitas jalan dan RSUP NTB yang diharapkan menjadi RS terbaik sekaligus sebagai RS rujukan di Indonesia Timur serta layak mengawal event MotoGP 10 tahun ke depan.

Jelang penyelenggaraan WSBK, masih ada kecemasan yang kini jadi atensi utama yaitu masalah vaksinasi. Vicon tanggal 18 September 2021 dipimpin Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan agar Pulau Lombok sebagai lokasi WSBK harus sudah tervaksinasi minimal 70%.

Dalam Apel Gabungan Percepatan Vaksinasi hari Minggu, 19 September 2021 di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal dan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menargetkan vaksinasi 70% di Lombok Tengah harus tercapai tanggal 5 Oktober 2021 yang akan datang.

Senin kemarin, 20 September 2021 dalam rapat koordinasi analisa dan evaluasi (Anev) Covid-19 yang dipimpin langsung Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Siti Rohmi Djalilah, para Kepala Daerah baik Gubernur/Wagub, Bupati/Wali Kota se-NTB didukung Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) masing-masing semua bertekad dan siap berjibaku sukseskan vaksinasi di NTB. ‘’Bila vaksin tersedia kami siap segera habiskan. Vaksinator kami sudah siap. Animo masyarakat kami sangat siap divaksin,’’ kata H Mohan Roliskana, H Fauzan Khalid, H Sukiman Azmy dan yang lain yang hadir secara offline pada acara Anev itu.

Kebutuhan untuk vaksin, diperkirakan jika ditargetkan 4 kecamatan di sekitar KEK Mandalika (Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Tengah, Kecamatan Praya Timur dan Kecamatan Praya Barat ), dibutuhkan vaksin sebanyak 415.000 dosis. Jika ditargetkan seluruh Kabupaten Lombok Tengah, dibutuhkan vaksin sebanyak 1,34 juta dosis. Jika ditargetkan seluruh Pulau Lombok dibutuhkan vaksin sebanyak 4,5 juta dosis.

‘’Pokoknya kami butuh banyak vaksin di NTB,’’ kata Gubernur yang sudah menghubungi Menko Marinves, Menko Perekonomian, Menteri Kesehatan, dll.

‘’Bila perlu Kadis Kesehatan NTB dan Direktur RSUD Provinsi NTB jemput bola ke Jakarta dan jangan pulang kalau tidak bawa vaksin,’’ perintah Gubernur.

Yang pasti, seiring berjalannya waktu, vaksinasi terus dipacu,    semua kekuatan bekerja terpadu dan Insya Allah di Sirkuit Mandalika kita bertemu bersama tamu yang datang dari berbagai penjuru.(*)

Penulis adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here