Lepas Keberangkatan 39 Awardee, Ini Pesan Gubernur NTB

Acara Pelepasan Keberangkatan Awardee
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara pelepasan keberangakan Awardee Beasiswa NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, pada Rabu (22/9/2021).

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah berpesan agar 39 Awardee atau penerima beasiswa S2 di Eropa (Ceko dan Polandia) ini bisa membuka cakrawala pemikiran tentang perubahan.

Gubernur menjelaskan hal itu dimulai dari merubah cara berpikir dengan mencari pengalaman tentang hidup di pusat denyut perubahan dunia. ‘’Karena tidak ada gunanya mendapat nilai atau prestasi sempurna jika tak punya sahabat atau meninggalkan kesan buruk di masyarakat,’’ jelas Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat pelepasan keberangakan Awardee Beasiswa NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, pada Rabu (22/9/2021).

Gubernur mengatakan seperti pengalaman hidup bangsa saat para founding fathers yang notabene adalah pelajar lulusan luar negeri, memiliki kesadaran untuk merdeka dan melakukan perubahan yang lebih baik bagi orang Indonesia di masa perjuangan dahulu. Gubernur meyakinkan para orangtua Awardee yang mendampingi bahwa negara Eropa yang maju adalah tempat yang aman.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, lanjut Gubernur, tak mewajibkan para Awardee untuk kembali ke kampung halaman. Program unggulan 1.000 Cendekia dimaksudkan untuk mengantarkan mereka yang terpilih dan mendapatkan kesempatan untuk membuka cakrawala baru karena belajar ke luar negeri adalah perjalanan spritual untuk merubah cara pandang dalam pikiran untuk memperjuangkan cita-cita perubahan untuk bangsa dan negara.

Zikril Hakim, perwakilan Awardee mengatakan, program 1.000 Cendekia yang digagas oleh Pemprov NTB adalah satu-satunya di Indonesia. ‘’Pemerintah Provinsi NTB saya katakan sangat berani melaksanakan program ini yang memberi kesempatan tapi kami juga berkomitmen akan berkontribusi untuk NTB,’’ kata Hakim.

Sementara itu, perwakilan orangtua Awardee, H Muslim mengatakan, meski berat melepas anak-anak bersekolah ke luar negeri, namun ia menyadari perjuangan untuk terpilih sebagai Awardee adalah setengah perjalanan menuju cita-cita. ‘’Persaingan mendapatkan beasiswa juga berat, sehingga keikhlasan dan doa mengiringi langkah anak-anak kita,’’ kata orangtua yang putrinya mendapatkan beasiswa ke Ceko.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here