Ini Cakupan Vaksinasi Covid-19 di NTB per 13 November 2021

Cakupan Vaksinasi Covid-19
Ini cakupan vaksinasi Covid-19 di Provinsi NTB per tanggal 13 November 2021.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus mempercepat program vaksinasi Covid-19 untuk segera mencapai kekebalan komunal dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Hingga Sabtu (13/11/2021), cakupan vaksinasi Covid-19 di Provinsi NTB untuk dosis pertama telah mencapai 2.707.945 orang atau 69,25 persen target sasaran, dosis kedua 1.383.318 orang atau 35,37 persen target sasaran, dosis ketiga (tenaga kesehatan/Nakes) 21.355 orang atau 77,27 persen target sasaran.

Ketua Satgas Vaksinasi NTB, dr HL Herman Mahaputra mengatakan bahwa capaian ini tentunya tidak terlepas dari antusiasme dan peran aktif masyarakat di seluruh kabupaten/kota se-NTB dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang digulirkan pemerintah saat ini. ‘’Terima kasih untuk seluruh masyarakat NTB yang telah ambil bagian penting dalam upaya kita mengendalikan pandemi Covid-19 ini,’’ kata Ketua Satgas Vaksinasi NTB, dr HL Herman Mahaputra.

Adapun rincian cakupan vaksinasi Covid-19 di seluruh kabupaten/kota se-NTB di antaranya; Kota Mataram untuk dosis pertama mencapai 308.071 orang atau 97,62 persen target sasaran, dosis kedua 218.348 orang atau 69,19 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 6.207 orang atau 88,01 persen target sasaran. Kabupaten Lombok Barat (Lobar) untuk dosis pertama mencapai 388.566 orang atau 73,29 persen target sasaran, dosis kedua 193.654 orang atau 36,53 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 1.829 orang atau 89,97 persen target sasaran.

Selanjutnya Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk dosis pertama mencapai 582.157 orang atau 75,83 persen target sasaran, dosis kedua 386.340 orang atau 50,32 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 1.995 orang atau 70,02 persen target sasaran. Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk dosis pertama mencapai 685.947 orang atau 72,02 persen target sasaran, dosis kedua 234.644 orang atau 24,64 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 4.581 orang atau 86,13 persen target sasaran. Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk dosis pertama mencapai 147.593 orang atau 81,95 persen target sasaran, dosis kedua 106.287 orang atau 59,02 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 712 orang atau 57,61 persen target sasaran.

Kemudian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk dosis pertama mencapai 69.147 orang atau 66,41 persen target sasaran, dosis kedua 43.634 orang atau 41,91 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 840 orang atau 66,99 persen target sasaran. Kabupaten Sumbawa untuk dosis pertama mencapai 194.364 orang atau 50,30 persen target sasaran, dosis kedua 92.308 orang atau 23,89 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 2.677 orang atau 84,98 persen target sasaran.

Berikutnya Kabupaten Dompu untuk dosis pertama mencapai 79.290 orang atau 45,45 persen target sasaran, dosis kedua 32.025 orang atau 18,36 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 1.385 orang atau 76,99 persen target sasaran. Kabupaten Bima untuk dosis pertama mencapai 182.343 orang atau 47,13 persen target sasaran, dosis kedua 41.022 orang atau 10,60 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 737 orang atau 40,34 persen target sasaran. Kota Bima untuk dosis pertama mencapai 70,467 orang atau 62,49 persen target sasaran, dosis kedua 35.056 orang atau 31,09 persen target sasaran, dosis ketiga (Nakes) 392 orang atau 35,06 persen target sasaran.

‘’Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi semua pemangku kepentingan mulai dari tenaga kesehatan, TNI/Polri, semua OPD, dunia usaha, relawan dan pihak-pihak terkait lainnya. Karena capaian ini adalah kerja besar kita bersama,’’ ujar dr Jack, demikian dr HL Herman Mahaputra biasa disapa.

dr Jack yang juga Direktur RSUD Provinsi NTB ini menjelaskan, salah satu terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 ini adalah dengan mendekatkan pos-pos vaksinasi di tengah-tengah lingkungan warga. Selain metode rutin vaksinasi yaitu berbasis fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah membuka alternatif lain yang bersifat massal berupa pos-pos atau sentra vaksinasi yang dilakukan melalui kerja sama kemitraan dengan pihak swasta dan masyarakat.

Dukungan kemitraan baik berupa tempat layanan, tenaga tim vaksinator, edukasi dan mobilisasi masyarakat, sarana dan prasarana, dipandang sangat efektif dalam mempercepat pencapaian target vaksinasi Covid-19.

Mengingat vaksinasi Covid-19 ini mengemban misi sosial dalam upaya bersama untuk mengurangi laju penularan sekaligus melindungi seluruh masyarakat di daerah ini, maka vaksinasi Covid-19 harus mampu menjangkau setiap jengkal wilayah NTB, terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan sehingga strategi dan pendekatan sosial harus dikedepankan.

‘’Lewat kolaborasi dan strategi yang tepat, kami optimis target cakupan vaksinasi Covid-19 di NTB bisa segera tercapai. Masyarakat terutama kelompok rentan pun bisa terlindungi dari ancaman paparan Covid-19,’’ ungkap dr Jack.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here